beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

Proses Membatik Diperkenalkan di Inggris, Puluhan Peserta Antusias

Annisa Tiara Jelita,
10 November 2022 17.51.58 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Proses Membatik Diperkenalkan di Inggris, Puluhan Peserta Antusias
Image: Ilustrasi membatik. (Pinterest/ Reza Andy)

Jakarta - Kain batik yang merupakan warisan dunia diperkenalkan di London, Inggris. Kain batik dari Alleira diperkenalkan dalam acara 'Experience Indonesia' yang digelar oleh KRBI London pada 6-8 November 2022.

Batik diperkenalkan oleh Diaspora Indonesia pegiat batik di Skotlandia, Eliza Kesuma. Sebanyak 47 peserta yang mengikuti workshop membatik dalam acara 'Experience Indonesia' itu turut merasakan bagaimana caranya menggunakan canting untuk membatik. Mereka terlihat antusias, meski begitu ada juga yang tampak sedikit kesulitan dalam pewarnaan kain batik.

Selama workshop, para peserta juga mendapat banyak sekali pengetahuan mengenai asal muasal dan sejarah batik dari waktu ke waktu.

"Kami memilih batik sebagai sarana promosi Experience Indonesia mengingat batik adalah warisan tak benda dunia. Kekayaan wastra nusantara termasuk batik adalah aset diplomasi budaya Inggris," ucap Dubes RI, Desra, melansir laman Kemlu, Rabu (9/11/2022).

Tak hanya batik, musisi lokal juga turut diperkenalkan di London antara lain Dewi Gita, Lea Simanjuntak, Paguyuban Citra, dan Banyuwangi Heritage

Batik adalah salah satu warisan Indonesia yang dibuat melalui seni dari para leluhur. Oleh karena itu Batik sangat erat kaitannya dengan kebudayaan Indonesia.

“'Experience Indonesia' adalah kesempatan baik, untuk putting Indonesia on The Map, agar Indonesia semakin dikenal," ujar Desra.

Dalam hal ini Kedubes mengambil kesempatan setelah pandemi untuk memperlihatkan sebagian keindahan yang dimiliki oleh Indonesia salah satunya Batik.

Diharapkan, dengan adanya workshop ini, semakin banyak turis yang ingin berkunjung ke Indonesia dan merasakan experience yang berbeda dari negaranya sendiri.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait