menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URguide

Puasa Media Sosial di Bulan Ramadan, Berani Coba?

Nivita Saldyni,
9 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Puasa Media Sosial di Bulan Ramadan, Berani Coba?
Image: Ilustrasi mengakses media sosial. (Pixabay/Free-Photos)

Jakarta - Media sosial seakan sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi kebanyakan masyarakat di zaman modern ini. Mulai membuka mata di pagi hari hingga saat akan beristirahat di malam hari, banyak dari kita yang tak bisa lepas dari media sosial.

Bahkan survei terbaru dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2020 menunjukkan dari 196,71 juta jiwa pengguna internet di Indonesia, 51,5 persen di antaranya menempatkan 'social media' di urutan pertama alasan mereka menggunakan internet. 

Namun sayangnya, kehadiran media sosial di tengah masyarakat kita tak melulu membawa kebaikan. Ada berbagai hal negatif yang bisa muncul dari media sosial dan mengganggu ketenangan diri kita. Hal inilah yang dirasakan Alfira Rizky, salah satu pegawai BUMN yang berkantor di Jakarta. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk berpuasa alias berhenti bermain media sosial.

Kepada Urbanasia, perempuan yang akrab disapa Fira itu mengaku pertama kali mencoba 'puasa' media sosial pada tahun lalu. Saat itu ia mulai merasa ada beberapa hal yang membuatnya harus 'istirahat' sejenak dari media sosial.

"Awalnya aku ngerasa kalo media sosial (medsos) ini ngurangin energi aku. Jadi yang awalnya aku seneng main medsos), apapun diupdate, apapun diposting, tapi lama kelamaan aku ngerasa kalo medsos ini malah ngurangi energi aku. Kaya tiba-tiba insecure lah, tiba-tiba jadi gak pede. Terus kadang ada juga pikiran yang bikin aku berpikir ‘sebenernya postingan aku tuh ganggu banget gak sih?’ Jadi kaya bener-bener gak pede dan kerasa kehilangan diri aku," kata Fira kepada Urbanasia beberapa waktu lalu.

Menurutnya, terlalu sering bermain media sosial pun tak bagus. Terlebih ia merasa jadi kurang produktif.

Puasa media sosial itu pun berlanjut. Saat bulan Ramadan tiba pada April 2020, Fira memutuskan untuk kembali 'berpuasa' media sosial.

Fira menjalani puasa media sosial dengan menonaktifkan sementara beberapa akun media sosial yang sering diakses, yaitu Instagram. Ia pun mulai mengurangi frekuensi mengakses media sosial lainnya, seperti Twitter.

"Habitnya gak berubah, jadi login terus logout cuma intensitasnya aja kali ya yang berkurang. Dan aku bener-bener gak buka medsos, tapi itu Instagram. Kalau Twitter masih sih tapi cuma ibaratnya temen buat ngelepas lelah yang hari itu padet banget," jelasnya.

Namun saat di tengah proses menonaktifkan akun itu, Fira merasa rugi karena mendapati beberapa postingannya terhapus secara tiba-tiba. Akhirnya ia pun kembali mengaktifkan akunnya namun dengan menghilangkan foto profil.

"Akhirnya tetap diaktivkan tapi foto profilnya dihilangkan. Di bio juga ada keterangan kalau gak aktif. Untuk jadwal (akses medsos) sih nggak ada," ungkap Fira.

Selama puasa media sosial di bulan Ramadan tahun lalu, Fira mengaku tak 'tergoda' untuk update. Sebab ia sudah terlatih sejak satu bulan sebelum puasa tadi. Sehingga saat di bulan Ramadan pun puasa media sosial yang dijalaninya tetap berjalan dengan baik.

Hasilnya, selama sebulan penuh berpuasa media sosial di bulan Ramadan, Fira merasa banyak manfaat yang ia rasakan. Pikiran jadi tenang, terlebih ia bisa lebih fokus beribadah saat Ramadan.

"Puasa medsos itu enak banget, pikiran fresh, hati kita fresh dan lebih fokus. Apalagi di bulan puasa ini ngebantu banget untuk memaksimalkan ibadah kita. Ya karena kita kan gak bisa kpntrol apa-apa aja yanh ada di medsos ya, jadi kita bisa mulai kontrol dari puasa medsos," jelasnya.

Dengan manfaat yang didapat, Fira pun mengaku betah berpuasa medsos hingga lima bulan lamanya atau sampai Juli 2020. Bahkan setelah lima bulan menjalankan program tersebut, kini ia merasa bisa lebih baik dalam mengontrol diri saat bermain media sosial.

Jauh sebelum sebelum itu, Najite Phoenix lewat sebuah artikel di Huffington Post pada 2015 menyebutkan ada berbagai manfaat yang bisa kita dapat saat puasa media sosial. Salah satunya yaitu memberikan kita ruang untuk bisa 'menjernihkan' diri dan pikiran kita. Sehingga kita pun bisa fokus pada hidup kita tanpa harus mengamati kehidupan orang lain dan menggunakannya dengan bijak.

Bicara soal bijak bermedia sosial, Ustadz Luqman Hakim dari PCNU Sidoarjo juga sempat mengatakan pentingnya bijak bermedia sosial di bulan Ramadan kepada Urbanasia. Ia pun menyarankan agar kita di bulan Ramadan ini lebih baik mengisi waktu dengan memperbanyak amal saleh, seperti membaca Al-Quran, berdzikir, dan melakukan ibadah sunnah lainnya.

“Bagaimana Ramadan ini Anda isi itu akan berdampak kepada 11 bulan berikutnya. Ya kesiapan mental, ketangguhan, kesabaran dan bagaimana kita mendekatkan diri kepada Allah SWT di saat Allah di bulan Ramadan ini mengabulkan setiap doanya orang yang berpuasa sampai ketemu dengan berbuka puasa itu,” jelas ustadz Luqman.

Nah sayang banget kan kalau di bulan Ramadan ini media sosial malam membuat kita kehilangan esensi puasa itu sendiri? Jadi apa kamu tertarik mencoba puasa media sosial di bulan Ramadan ini?

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait