beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Rachmat Kaimuddin Mundur dari Jabatan Dirut Bukalapak

Shinta Galih,
9 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Rachmat Kaimuddin Mundur dari Jabatan Dirut Bukalapak
Image: Rachmat Kaimuddin dan Achmad Zaky. (Afid Ahman/Urbanasia)

Jakarta - Rachmat Kaimuddin mengundurkan diri dari jawabannya sebagai Direktur Utama PT Bukalapak Tbk.

Kabar tersebut dibenarkan oleh VP of Corporate Secretary Bukalapak, Perdana Arning Saputro. Dia mengatakan bahwa Bukalapak telah menerima surat pengunduran diri Rachmat pada 28 Desember 2021. Ini akan berlaku efektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Sampai saat ini, Rachmat Kaimuddin masih menduduki posisi sebagai Direktur Utama Bukalapak dan akan membantu proses transisi kepemimpinan di internal Bukalapak," ujar Perdana.

Saat ini Bukalapak belum menunjuk sosok pengganti Rachmat. Namun dipastikan Teddy Oetomo, Natalia Firmansyah, dan Willix Halim tetap menjabat sebagai Direktur Bukalapak

Berdasarkan informasi yang diterima Perdana, setelah cabut dari Bukalapak, Rachmat berencana akan melakukan pengabdian negara dengan bekerja untuk pemerintah.

"Segenap Dewan Komisaris dan Manajemen Bukalapak menyatakan penghargaan tertinggi serta apresiasi atas kontribusi Rachmat selama 2 tahun ini," pungkas pria yang kerap disapa Deno itu.

Untuk diketahui Rachmat  terpilih sebagai CEO Bukalapak menggantikan Achmad Zaky pada 9 Desember 2019. Namun, dia baru efektif menjadi CEO sejak 6 Januari 2021.

Sebelum menjadi CEO di Bukalapak, Rachmat menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Perencanaan di PT Bank Bukopin Tbk sejak 2018.

Rachmat tercatat pernah menjadi anggota Dewan Komisaris di bank tersebut sejak 2014 hingga akhirnya ditunjuk sebagai direktur pada 2018.

Karier Rachmat dimulai di Boston Consulting Group sebagai Senior Associate. Kemudian dia juga pernah menjadi Managing Director PT Cardig Air Services, Chief Financial Officer Bosowa Corporindo, dan Vice President Baring Private Equity Asia dan Principal of Quvat.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait