beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

Ramah Lingkungan, 5 Brand Fashion Ini Keluarkan Produk Daur Ulang

Priscilla Waworuntu,
24 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Ramah Lingkungan, 5 Brand Fashion Ini Keluarkan Produk Daur Ulang
Image: Pinterest/Seojuhyunie

Jakarta - Fashion adalah salah satu hal yang tidak bisa luput dari kehidupan manusia. Fashion sendiri memiliki banyak kategorinya nih, mulai dari pakaian, sepatu, hingga aksesori. Hal ini pun membuat produk yang dihasilkan dari industri fashion sangat melimpah, otomatis limbah yang dihasilkan pun juga akan semakin banyak.

Tahu dong kalau limbah ini nggak bagus untuk lingkungan manusia maupun hewan. Maka dari itu, langkah pengurangan limbah industri fashion dengan memanfaatkan sistem daur ulang sangatlah disarankan. Kegiatan ini disebut juga dengan slow fashion

Slow fashion ini mewujudkan gerakan penggunaan fashion bertahan lama dan dapat digunakan dalam jangka waktu panjang. Sehingga, kamu juga nggak akan gonta-ganti pakaian dalam jangka waktu yang singkat. Juga dengan gerakan ini, tentunya produksi pakaian tidak akan terlalu banyak. 

Ternyata ada juga merek brand fashion yang sudah mempraktikkan gerakan ini lho, guys. Penasaran merek apa aja? Yuk simak rangkuman Urbanasia soal brand fashion yang mengaplikasikan slow fashion.

1. H&M Kids 

1662454109-H&M-Kids.jpgSumber: h&m.com

Nah buat kamu penggemar pakaian dari merek H&M, ternyata mereka pernah memiliki produk khususnya di kategori anak, dengan program daur ulang nih. H&M pernah bekerjasama dengan Danone-AQUA di bawah program Bottle2Fashion. Kolaborasi ini sudah terjalin sejak 2017 dan telah meluncurkan dua koleksi baju.

Bertajuk Cleaning-Up for The Future, kolaborasi ini adalah bentuk komitmen kedua perusahaan untuk mengurangi masalah sampah plastik. Koleksi terbarunya yang diluncurkan 24 Desember 2021 lalu merupakan koleksi baju anak-anak bertema Star Wars untuk umur 11-15 tahun. Bahannya terbuat dari recycled polyester fiber dan botol plastik daur ulang.

Hingga akhir 2021, H&M dilaporkan berhasil mendaur ulang lebih dari 7,5 juta botol plastik. Wah keren banget ya Urbanreaders! 

2. Timberland 

1662454182-Timberland-Courmayeur-Valley-Olive-Chelsea-Boots---ASOS.jpgSumber: Pinterest/ASOS

Siapa sih yang nggak kenal sama merek fashion yang satu ini? Timberland adalah sebuah merek fashion asal Amerika. Mereka memiliki tujuan baik, yakni ingin produknya berdampak positif pada lingkungan dengan menciptakan produk dari bahan daur ulang dan pada akhirnya produk itu sendiri dapat didaur ulang kembali. Konsep sirkularitas produk ini harus sepenuhnya tercapai pada tahun 2030.

Rata-rata produk yang dibuat oleh Timberland adalah hasil dari daur ulang. Beberapa contoh barang mentahnya adalah seperti dari botol plastik, kulit bekas, dan wol bekas. Selain itu, Timberland juga meluncurkan koleksi sepatu boots pertamanya yang dibuat menggunakan kulit regeneratif, hasil dari peternakan organik.

3. Bottega Veneta 

1662454263-bottega-veneta-trash-bag.jpgSumber: zula.sg

Bottega Veneta juga nggak mau kalah nih dalam melestarikan lingkungan, mereka baru saja meluncurkan koleksi daur ulang pada 2021 lalu. Jika biasanya tas bermerek akan menggunakan bahan dari kulit, berbeda dengan Bottega Veneta yang menggunakan bahan mentah dari kertas daur ulang nih, lebih tepatnya kertas karton bersertifikasi FSC dan 100 persen daur ulang. 

Untuk kamu yang mungkin sangat kenal dengan ciri khas Bottega, tas merek ini terkenal dengan tas anyaman klasiknya. Meskipun tas ini terbuat dari kertas bukan berarti tas ini menjadi tas yang sekali pakai loh. Tas ini tetap tahan air karena dilengkapi dengan kain microfiber yang memberikan perlindungan ekstra. 

4. Ecoalf 

Kalau kamu mau menggunakan merek fashion yang benar-benar totalitas dalam mendaur ulang, kamu bisa banget nih coba beli pakaian dari merek Ecoalf. Bahan-bahan yang digunakan merek asal Spanyol ini berasal dari poliester, nilon, katun, dan wol yang tentu saja semuanya hasil daur ulang. Benang nilon yang mereka pakai terbuat dari jaring ikan yang dibuang, karpet bekas, dan limbah nilon yang telah dipakai. 

Ecoalf muncul karena adanya rasa frustasi yang dirasakan oleh Javier Goyenech. Ia menyadari kalau sumber daya alam dunia sudah dipakai berlebihan. Akhirnya tahun 2009, lahirlah Ecoalf sebagai hasil dari rasa frustrasi itu. 

5. Wolven 

1662454397-Wolven.jpgSumber: Pinterest/wolven

Nah terakhir adalah merek fashion dari Wolven nih. Wolven, rata-rata menggunakan bahan mentah dari botol-botol bebas BPA nih. Nah sebelumnya, BPA adalah sebuah kategori yang digunakan untuk menunjukkan apakah sebuah botol aman digunakan atau tidak. Jika sebuah botol dikatakan bebas BPA berarti bahan ini sangat aman untuk digunakan ya. 

BPA atau bisphenol-A adalah zat kimia sintetis yang sering dijumpai di wadah plastik. Zat ini rentan menyatu dengan makanan atau minuman di dalam wadah dan dapat menimbulkan masalah kesehatan. Dengan menggunakan botol semacam itu, Wolven mendesain kain yang nantinya akan dibuatkan berbagai jenis pakaian. Prosesnya berawal dari mengubah botol bebas BPA menjadi butiran kecil, dipintal menjadi benang, kemudian ditenun menjadi kain. 

Nah itu dia beberapa merek fashion yang melakukan kegiatan daur ulang nih. Tentunya mereka melakukannya untuk kepentingan lingkungan dan bersama. Nah buat kamu yang mau membeli pakaian kalau bisa menerapkan daur ulang juga ya Urbanreaders! 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait