Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Ramai Seruan Boikot JNE Gegara Isu Sara, Ini Klarifikasi Perusahaan

Shelly Lisdya,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Ramai Seruan Boikot JNE Gegara Isu Sara, Ini Klarifikasi Perusahaan
Image: Ilustrasi JNE. (JNEtrecking)

Jakarta - Jagat maya tengah dihebohkan dengan lowongan kerja yang mengandung unsur SARA. Rekrutmen tersebut tertulis dari PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE.

Bahkan, flyer lowongan kerja itu pun menjadi trending topic dengan tagar 'Boikot JNE' di Twitter yang sudah dicuitkan netizen hingga ribuan kali. 

Netizen pun menyoroti lowongan kerja dari mitra JNE, yakni CV Bangun Banua Lestari untuk posisi kurir motor di Tamiang Layang, Barito Timur, Kalimantan Tengah yang mengkhususkan lowongan hanya untuk yang beragama Islam saja. 

Tak sedikit netizen yang mengecam dan mempertanyakan maksud poster tersebut kepada akun Customer Services Twitter JNE. 

"Apa maksudnya @JNECare hanya memprioritaskan karyawan hanya untuk yang muslim saja, apakah non muslim tidak diakui di negeri ini?" ujar netizen dikutip Urbanasia, Rabu (8/12/2021).

"Diskriminasi tingkat dewa. WAJIB BERAGAMA ISLAM woy, kalo mau kerja di JNE Tamiang Layang. Harusnya gausah sampe ditulis gitu kali, apalagi masyarakat Barito Timur mayoritas non Islam. Saling menghargai. #boikotJNE," tulis netizen lain. 

1638958331-Cuitan-netizen-soal-JNE.jpgSumber: Cuitan Netizen soal JNE. (Twitter)

Sementara itu, pihak perusahaan melalui akun Twitter-nya @JNE_ID pun menyampaikan klarifikasi. JNE menjelaskan iklan lowongan pekerjaan tersebut dari CV Bangun Banua Lestari. 

Perusahaan pun bakal mengambil tindakan atas pelanggaran SOP oleh mitra Bangun Banua Lestari dengan memutuskan hubungan kerja sama.

"Kejadian ini merupakan pelanggaran terhadap SOP dan nilai-nilai perusahaan yang menghargai keberagaman dan perbedaan, oleh karena itu manajemen JNE secara tegas memberikan sanksi pemutusan hubungan kerja sama dengan pihak mitra," demikian pernyataan resmi JNE.

"Kepada oknum karyawan yang terkait dengan kasus ini akan dilakukan pemutusan hubungan kerja," sambungnya.

Perusahaan juga mengklaim banyak mengadakan aktivitas bagi pegawai dengan latar agama berbeda seperti perjalanan umrah, pengiriman gratis Alquran dan Alkitab, santunan bagi panti asuhan Muslim, Kristiani, Hindu, dan Buddha, hingga konten ibadah Jumat dan Minggu.

"JNE hadir di Indonesia selama 31 tahun dan dibangun oleh manajemen dan karyawan/karyawati yang berasal dari beragam suku bangsa, ras, dan agama," kata mereka.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait