menu
user
URstyle

Rekomendasi 5 Desa Sekitar Candi Borobudur buat Bersepeda Nanjak

Shelly Lisdya,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Rekomendasi 5 Desa Sekitar Candi Borobudur buat Bersepeda Nanjak
Image: Candi Borobudur. (tiket.com)

Jakarta - Urbanreaders, jika ingin cuti, kamu bisa mengambil bulan Maret loh, karena sangat cocok untuk menenangkan pikiran dari hiruk pikuk pekerjaan sembari melirik tren baru wisata hobi.

Sebagai pionir OTA Indonesia, timengaja pun mengajak masyarakat untuk merencanakan liburan berprotokol kesehatan bertemakan minat khusus, yakni wisata plesiran ke pedesaan alami, ke salah satu desinasi wisata UNESCO di Kota Magelang.
 
Pada umumnya, kegiatan wisata yang biasa dilakukan jika mengunjungi Candi Borobudur adalah berkeliling kawasan candi. Dengan memesan tiket masuk seharga mulai dari Rp 47 ribu di tiket TO DO, pengunjung dapat menjelajahi 72 stupa sembari menapaki puncak candi dengan hadiah pemandangan gunung asri dan pepohonan rindang.

Tak hanya itu, masyarakat yang gemar bersepeda, terdapat beberapa area kunjungan yang ramah sepeda sehingga dapat berkeliling di sekitar candi. Daerah ini masih amat asri sehingga nyaman untuk berkunjung ke berbagai destinasi desa wisata sembari auto nanjak dengan sepeda.

Salah satu destinasi super prioritas yang digencarkan Kementrian Pariwisata & Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) saat ini adalah Candi Borobudur. Strategi ini diupayakan sebagai salah satu langkah untuk mempercepat memulihkan industri pariwisata domestik yang terpuruk sejak tahun 2020.
 
"Bersepeda adalah salah satu kegiatan komunitas yang terbentuk semasa pandemi berlangsung. Kami melihat pertumbuhan tren bagi berbagai komunitas pesepeda dari berbagai kota untuk menjelajahi medan-medan alami nusantara bersama-sama, karena aktivitas tersebut menyegarkan pikiran dan cahaya matahari bermanfaat bagi kebaikan tubuh," kata Co-Founder & Chief Marketing Officer, tiket.com, Gaery Undarsa.

"Kami tentunya terus berpesan untuk tetap disiplin 5M protokol kesehatan dan mengecek regulasi terbaru dari pemerintah daerah yang akan dikunjungi, demi kenyamanan sesama pengunjung dan warga lokal," tambahnya.

Berikut beberapa lokasi rekomendasi bagi calon wisatawan yang akan merencanakan liburan bersepeda ke Candi Borobudur:
 
1. Desa Wringin Putih

1614156101-Desa-Wringin-Putih.jpgDesa Wisata Wringinputih sendiri terletak sekitar 2,3km dari komplek wisata candi Borobudur. (Dok. Balkondes Borobudur)

Berlokasi sekitar 2,3 km dari area Candi Borobodur, Desa Wringin Putih menawarkan pemandangan pedesaan asri dan indah dengan latar belakang persawahan serta lanskap Bukit Menoreh.

Daya tarik utama dari desa ini adalah jajaran rumah bambu yang dapat ditemui sembari menyusuri area Wringin Putih sembari bersepeda. Manfaatkan kesempatan untuk berhenti sejenak agar bisa menikmati camilan khas bernama getuk, yaitu cemilan yang terbuat dari singkong halus bercampur gula, garam, dan kelapa parut.
 
2. Desa Wanurejo

1614156302-Desa-Wisata-Wanurejo.jpgDesa Wisata Wanurejo terletak di sebelah tenggara kompleks wisata Candi Borobudur. (Dok. Balkondes Borobudur)

Destinasi wajib mampir untuk para generasi gowes kekinian! Desa Wanurejo terletak di kaki pegunungan Menoreh dan diapit antara Sungai Progo dan Sungai Sileng, sehingga pemandangan alami mempesona pun dapat memukau hati.
 
Saat di sini, kamu bisa mengunjungi Museum Wayang dengan koleksi wayang terbaik nusantara. Selain itu, terdapat 694 koleksi sastra tentang perwayangan dalam berbagai bahasa, serta 83 kaset audio yang memuat rekaman pertunjukan wayang dari tahun 1971 hingga 1994.
 
Bagi wisatawan yang tidak membawa sepeda, maka di Balkodes Wanurejo, tersedia tempat penyewaan sepeda di Jalan Balaputradewa. Harga sewa mulai dari Rp 15 ribu untuk sepeda biasa, hingga Rp 50 ribu untuk sepeda gunung.
 
3. Desa Majaksingi

1614156405-Desa-Majaksingi.jpgDesa wisata Majaksingi berjarak sekitar 3km dari kompleks wisata Candi Borobudur. (Dok. Balkondes Borobudur)

Berlokasi cukup 3 km dari Candi Borobudur, tempat rehat alami berikutnya adalah Desa Majaksingi. Kegiatan menarik selagi menghabiskan waktu di sini adalah kerajinan membuat pot dari tanah liat langsung mengikuti tutorial live dari pengrajin berpengalaman. Bagi penggemar kopi, bersiap-siap membawa pulang oleh-oleh kantong biji kopi lokal bercitarasa dan beraroma terwangi dari desa ini.
 
4. Desa Tanjungsari

1614156481-Desa-Tanjungsari.jpgDesa Tanjungsari berjarak sekitar 3 km dari Candi Borobudur berlatar belakang Perbukitan Menoreh. (Dok. Balkondes Borobudur)

Berjarak serupa dengan Desa Majaksingi, yakni sekitar 3 km dari Candi Borobudur, Desa Tanjungsari memiliki latar belakang panorama pegunungan Menoreh. Penduduk desa ini bermata pencaharian utama sebagai petani cabe dan tembakau, selain itu, pembuatan tahu rumahan pun menjadi salah satu produk usaha yang pantas dilirik.

Desa Tanjungsari memiliki 5 benda purbakala peninggalan histori. Dua di antaranya adalah kepala arca Buddha yang diduga sebagai bagian dari Candi Borobudur pada masa pemugaran di tahun 1907-1911.

5. Desa Candirejo

1614156602-Desa-Candirejo.jpgDesa wisata Candirejo terletak 4km di sebelah timur kompleks wilayah Candi Borobudur. (Dok. Balkondes Borobudur)

Desa yang memiliki Waroeng Rejo atau wisata air Sungai Progo ini terletak 4 km dari Candi Borobudur. Kegiatan outdoor seperti rafting pun dapat menjadi pilihan karena arus sungai yang cukup deras.

Berbeda dengan rafting modern, jenis rafting di desa ini menggunakan getek tradisional. Pilihan lain bagi turis adalah merasakan pengalaman berpetualang dengan berkendara off road menyusuri sungai Progo.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait