Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

RS Lapangan Indrapura Surabaya Nol Pasien COVID-19 Sejak 30 September 2021

Nivita Saldyni,
15 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
RS Lapangan Indrapura Surabaya Nol Pasien COVID-19 Sejak 30 September 2021
Image: Kondisi RSLI Surabaya, Kamis (30/9/2021) (Dok. RSLI Surabaya)

Surabaya - Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya sudah tak lagi merawat pasien COVID-19 pada hari ini, Jumat (1/10/2021). Nol pasien di RSLI itu tercatat sejak Kamis (30/9/2021) lalu, guys.

Hal itu dikonfirmasi oleh Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien COVID-19 RSLI, Radian Jadid. Dalam keterangan resminya yang diterima Urbanasia pada Jumat (1/10/2021), Radian mencatat hal ini menunjukkan bahwa sudah ada 10.076 pasien yang berhasil sembuh setelah mendapat perawatan di RSLI.

“Alhamdulillah, baik pasien Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan umum/mandiri semuanya tertangani dengan baik. Sebanyak 10.076 pasien berhasil disembuhkan,” kata Radian.

Pasien Terakhir Berasal dari Purwokerto

1625643077-Ilustrasi-Pasien-COVID-19-(3).jpgSumber: Ilustrasi Pasien COVID-19. (Freepik)

Ia menyebut WNP (29) merupakan pasien terakhir yang dirawat di RSLI, sebelum akhirnya dinyatakan zero pasien pada Kamis (30/9/2021) lalu. Pasien umum/mandiri asal Purwokerto itu telah diperkenankan untuk pulang setelah tes swab PCR yang dijalaninya menunjukkan hasil negatif.

WNP tercatat pertama kali masuk RSLI pada 24 September 2021. Sebelum dirawat di RSLI, ia sempat mengeluh demam. Ia pun kemudian meminta surat keterangan sakit ke Puskesmas Simomulyo untuk mengajukan work from home (WFH) ke tempat kerjanya.

Saat diperiksa dan dilanjutkan swab PCR, ia dinyatakan positif dan dirujuk ke RSLI dengan fasilitas ambulance untuk mendapatkan perawatan. Namun hanya beberapa hari berselang, tepatnya pada 29 September 2021, ia menjadi pasien terakhir dan satu-satunya yang dirawat di RSLI.

Beruntung, hal itu tak berlangsung lama. Setelah menjalani tes swab PCR di tanggal 29 September, Radian mengatakan bahwa hasil tes swab PCR WNP yang keluar pada 30 September menunjukkan hasil negatif.

Seluruh Personil RSLI Rehat Sejenak Sambil Tingkatkan Kapasitas

1633069946-petugas-RSLI-lakukan-pengecekan-sarpras.jpgSumber: Petugas RSLI membenahi sarana prasarana (Dok. RSLI Surabaya)

Sejak tak ada lagi pasien COVID-19 yang dirawat, Radian menyebut kini semua personil RSLI bisa rehat sejenak. Namun pada waktu yang sama, personil yang terdiri dari perawat, dokter, administrasi dan lainnya itu juga bersiap diri untuk refresh kembali.

Hal ini penting dilakukan karena selain bertujuan untuk peningkatan kapasitas, ini juga menjadi bentuk antisipasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi perkembangan dan tantangan ke depan.

“Dengan zero pasien ini memberikan kesempatan semua personil RSLI untuk relaksasi. Rehat sejenak dan mempersiapkan diri untuk refresh kembali, juga update dan kembali meningkatkan kapasitas sesuai profesi dan bidang masing-masing,” kata Radian.

Pihaknya juga melakukan evaluasi sarana prasarana penunjang layanan dan perawatan pasien. Pembenahan dan perbaikan pun dilakukan terhadap seluruh sarana dan prasana yang mengalami kekurangan maupun kerusakan.

Meski berharap tak ada lagi pasien yang masuk, hal ini tetap dilakukan sebagai upaya antisipasi karena mengingat potensi dan kemungkinan berlanjutnya pandemi COVID-19 ini masih ada.

“Kami berharap tidak ada lagi pasien yang masuk, sehingga pandemi bisa selesai dan semua proses kehidupan bermasyarakat dan berbangsa kembali seperti sedia kala, seperti sebelum pandemi melanda,” ungkapnya.

“Hidup berdampingan dengan COVID-19 nampaknya akan menjadi keniscayaan. Untuk itu antisipasi dan persiapan dini menghadapi kondisi terburuk tetap diperlukan, termasuk para personil RSLI. Pada kondisi rehat ini (personil RSLI) tetap mempersiapkan diri untuk tetap siaga dan tanggap apabila nantinya COVID-19 muncul kembali dan naik hingga mungkin menjadi serangan gelombang ketiga, seperti yang banyak diprediksikan oleh para ahli,” jelas Radian lebih lanjut.

Untuk itu, ia mengajak Urbanreaders dimanapun berada untuk selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan. Pihaknya pun mendorong dan mendukung stake holder terkait untuk tetap menjalankan 3T (testing, tracing, dan treatment) selama pandemi belum dinyatakan berakhir.

RSLI Surabaya Tetap Buka

1633069963-RSLI-zero-pasien.jpgSumber: Kondisi RSLI Surabaya, Kamis (30/9/2021) (Dok. RSLI Surabaya)

Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) RSLI, dr. Nevy Shinta Damayanti, Sp.P., mengatakan rumah sakit tetap buka dan masih menerima kedatangan pasien. RSLI pun dipastikan tetap beraktivitas seperti biasa dengan membenahi segala sesuatu dan melakukan evaluasi, mengingat jumlah pasien pernah mencapai lebih dari 10 ribu.

Lebih lanjut, Nevy menjelaskan bahwa selama dua bulan terakhir pasien yang dirawat di RSLI didominasi oleh PMI atau luar negeri. Namun hingga saat ini belum atau tidak ada laporan (jawaban) adanya mutasi COVID-10 dari beberapa sampel yang dikirimkan pihaknya untuk penelitian lebih lanjut.

“Alhamdulillah, artinya kemungkinan tidak ada mutasi, sehingga kami tidak berpikir ke sana,” katanya.

“Yang terpikir ke depan tetap jalankan protokol kesehatan di manapun berada. Mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, mengurangi mobilitas, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta menghindari makan bersama adalah hal wajib yang sekarang harus kita biasakan,” pungkas Nevy.

Pada kesempatan yang sama, Ners Oktavianus Kopong Miten menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pembersihan secara keseluruhan, termasuk dekontaminasi, sterilisasi, dan pengaturan aset-aset di dalam dan penataan serta pengaturan nomor bed. Hal ini dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan rumah sakit.

Petugas juga akan melakukan inspeksi dan perbaikan sarana prasarana, termasuk memperkuat pagar untuk pengamanan.

“Kondisi longgar pasien ini justru memberikan kesempatan bagi kami untuk memeriksa semua fasilitas yang tersedia. Kami terus memonitoring dan memastikan bahwa semua dalam kondisi baik dan siap untuk digunakan,” pungkasnya.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait