Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Sebelum Memulai, Kenali Dulu Kerugian dan Keuntungan Investasi

Deandra Salsabila,
29 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Sebelum Memulai, Kenali Dulu Kerugian dan Keuntungan Investasi
Image: Ilustrasi investasi (Pixabay/stevepb)

Jakarta - Investasi pastinya bukan kata asing bagi telinga kita semua. Namun, melakukan investasi tidak semudah seperti yang diperkirakan. Dalam acara kolaborasi yang diadakan Finansialku, Kamis (23/9/2021), dijelaskan jika investasi itu bertumbuh dan selalu ada dua sisi, yaitu return and risks.

Acara yang juga dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat dan Hari Tuli bersama Jemari ini menghadirkan pembicara, yaitu L. Nathania, CFP selaku Financial Planner dari Finansialku.

“Investasi sebenarnya bukan jalan keluar dari semua masalah. Investasi bukan tujuan keuangan tapi cara mencapai tujuan keuangan, contohnya beli rumah, pendidikan anak, dan lainnya. Investasi itu bagian dari perencanaan keuangan,” jelas Nathania, Kamis (23/9).

Nathania juga menggambarkan jika investasi ibaratnya seperti menanam tumbuhan. Tumbuhan pastinya memerlukan waktu untuk tumbuh, hal tersebut sama seperti investasi yang juga butuh waktu.

Dalam investasi, ada yang dinamakan profil risiko. Semakin spesifik tujuan keuangan, semakin berani atau malah takut berinvestasi. Semakin pendek jangka waktunya, maka kamu semakin berani atau takut berinvestasi. Hal tersebut berbeda-beda, tergantung dengan kebutuhan atau kemauan dari tiap orang.

“Kita harus tau profil risiko kita agar bisa menyesuaikan keputusan investasinya,” tambah Nathania.

Faktor penting dalam konsep investasi adalah modal awal, investasi berkala, periode investasi, dan keuntungan investasi. Jika kita menginginkan return atau keuntungan yang tinggi, maka kita juga harus siap dengan risks atau kerugian yang tinggi.

Selain itu, investasi juga memiliki produk yang berbeda-beda, seperti saham, reksa dana, obligasi, dan lainnya. Return, jangka waktu, dan pajak dari produk itu pun berbeda.

“Berbeda-beda untuk return dan pajak tiap produk, contoh pajak return bisa mencapai 30% tapi risiko tinggi juga harus diterima. Untuk saham yang risikonya lebih tinggi lebih disarankan periodenya lebih dari 1 tahun jangan jangka pendek,” tutup Nathania.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait