Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Sebutan 'Red Flag' bagi Orang Lama Menjomblo, Ini Kata Psikolog

Nivita Saldyni,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Sebutan 'Red Flag' bagi Orang Lama Menjomblo, Ini Kata Psikolog
Image: Ilustrasi Jomblo. (Freepik)

Jakarta - Belum lama ini netizen dibuat heboh dengan pernyataan seorang TikToker yang menyematkan istilah ‘red flag’ kepada seseorang dengan sifat dan fisik nyaris sempurna namun lama menjomblo. TikToker itu menilai ada sesuatu yang sama dari seseorang dengan tipe ideal yang menjomblo selama bertahun-tahun.

“Ketika gebetan barumu punya sifat dan fisik yg idaman..Tapi ternyata doi udah menjomblo lebih dari 4 tahun. Bagiku itu red flag ya guys,” tulis pemilik akun TikTok @apayah10.

“Kalo seorang dengan tipe ideal begitu bisa menjomblo bertahun2, sepertinya ada yg ga beres..Just think about it,” imbuhnya.

Namun sebenarnya apa sih red flag itu sendiri? Benarkah orang dengan sifat dan fisik nyaris sempurna yang lama menjomblo merupakan sebuah masalah yang harus kita waspadai saat mencari pasangan? Untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, berikut tanggapan dari psikolog Denrich Suryadi.

Denrich mengatakan bahwa istilah red flag sebenarnya tidak ada konteksnya dalam psikologi yang resmi. Dalam konteks hubungan, seperti yang dibicarakan oleh pemilik TikTok @apayah10, red flag digunakan untuk mengungkapkan bahwa kita perlu waspada.

“Sebenarnya istilah red flag hanya istilah awam seru-seruan saja ya,” kata Denrich kepada Urbanasia, Selasa (21/9).

“Kalau melihat fenomenanya mungkin seperti stigma masyarakat. Seseorang punya fisik dan sifat yang nyaris sempurna tapi lama menjomblo itu aneh, tidak wajar. Dugaan berikutnya pasti ada masalah, entah masalah yang disembunyikan atau masalah yang melanggar normatif misalnya masalah orientasi seksual. Red flagnya di sini nih dimana kita harus waspada. Tidak wajar dan aneh kalau tidak laku bahasa gaulnya,” jelasnya lebih lanjut.

Terkait pernyataan TikToker yang viral itu sendiri, Denrich mengatakan bahwa mengenal seseorang lebih baik merupakan cara awal merespons pendekatan yang dilakukan oleh orang lain kepada kita. Sehingga tak seharusnya kita asal melabeli orang tanpa mengenalnya lebih jauh.

“Red flag itu hanya untuk kewaspadaan saja. Mengenal orang itu dengan lebih baik merupakan salah satu cara awal untuk merespon pendekatan yang ia lakukan. Tetap ada kemungkinan meski sempurna tapi ia butuh waktu untuk mempersiapkan mental atau fokus pada aspek lain dalam kehidupannya. Jadi tidak sembarang melabel atau menstigma orang secara berlebihan,” ungkap Denrich.

Menurutnya, red flag yang sebenarnya itu adalah ketika kita sudah mengenal seseorang dan menunjukkan tanda-tanda tertentu, sebagai berikut!

- Sikap dan perilaku mengarah pada kekerasan fisik, verbal atau emosional

- Secara berulang meminta maaf namun melakukannya kembali terkait dengan perilaku kekerasan 

- Masalah keuangan dan keluarga

- Selalu merasa berkekurangan dan playing as victim

- Selalu bergantung pada kita dalam segala hal

- Tidak memiliki visi misi atau tujuan hidup

- Tidak terbuka akan kondisi keluarga, teman atau pekerjaannya.

Nah jika pasangan kamu menunjukkan perilaku-perilaku tersebut, tampaknya kamu dan pasangan sudah harus mempertimbangkan kelanjutan hubungan kalian berdua guys.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait