beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Sinovac Lebih Dicari Masyarakat untuk Vaksinasi, Ini Kata Kemenkes

Shelly Lisdya,
10 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Sinovac Lebih Dicari Masyarakat untuk Vaksinasi, Ini Kata Kemenkes
Image: Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi. (Setpres)  

Jakarta - Selama beberapa pekan, laju vaksinasi COVID-19 mulai menurun, hal ini dikarenakan banyak daerah enggan untuk menggunakan vaksin selain Sinovac.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, semua daerah memilih menunggu kedatangan vaksin Sinovac ketimbang menggunakan jenis vaksin lain.

Namun, alasan daerah memilih vaksin Sinovac untuk vaksinasi, dikatakan Nadia lantaran masyarakat masih termakan isu jika vaksin lain belum dinyatakan halal. Sehingga, masyarakat masih ragu untuk menggunakan vaksin seperti jenis Pzifer, Astra Zeneca hingga Moderna.

"Mungkin karena banyaknya (berita) hoax umumnya dan ada yang belum memahami, karena vaksin Sinovac ini dikatakan halal," katanya kepada Urbanasia, Kamis (2/12/2021).

Ke depan, dikatakan Nadia, Kemenkes akan terus memberi edukasi kepada masyarakat jika vaksin jenis lain juga memiliki efikasi yang hampir sama. 

Selain itu, Nadia juga meminta kabupaten/kota dapat melakukan percepatan vaksinasi dengan menggunakan vaksin apapun selain Sinovac yang telah disuplai saat ini. Untuk vaksin Sinovac pun nantinya akan disuplai di dosis kedua. 

"Betul (kami akan edukasi). Sementara untuk dosis kedua (Sinovac) iya dan mungkin sisa saja sedikit karena memang saat ini suplai vaksin banyak dari vaksin non Sinovac," tandasnya.

Sementara itu, dari data Kementerian Kesehatan, total penerima dosis pertama vaksin COVID-19 sebanyak 140.205.046 orang. Sedangkan 1.045.478 orang telah menjalani vaksinasi kedua.

Dengan demikan, total capaian vaksin sebesar 46,34 persen dari target 208.265.720 warga yang ditetapkan pemerintah dapat menjalani dua kali vaksinasi.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait