beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Soal Rencana Kenaikan Harga BBM, Wapres: Masih dalam Pembahasan

Alfian Muntahanatul Ulya,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Soal Rencana Kenaikan Harga BBM, Wapres: Masih dalam Pembahasan
Image: Ilustrasi - Pengisian BBM di SPBU Pertamina. (Pertamina)

Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini belum dipastikan lantaran tengah dibahas oleh pemerintah.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Wapres usai menghadiri acara Haul Ulama Indonesia ke-23 Tahun Almarhum Habib Umar Bin Hood Alatas di Depok, Jawa Barat, Sabtu, 20 Agustus 2022.

"Ini sedang dipikirkan. Jadi masih dalam penggodokan, masih dalam pembahasan, apakah akan dinaikkan atau tidak," kata Ma'ruf dikutip Urbanasia, Sabtu (20/8/2022).

Dia menuturkan, jika diputuskan untuk menaikkan harga BBM, hal itu semata-mata dalam rangka upaya agar subsidi bisa terus disalurkan, karena saat ini beban subsidi negara atas harga BBM sudah lebih dari Rp 500 trilliun.

"Bagaimana supaya ini berjalan dengan baik, jadi APBN kita bisa menopang, tapi juga tidak kemudian kita sampai tidak mampu memberikan subsidi, dan ini sudah ditetapkan 2023," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan kemungkinan Presiden Jokowi akan mengumumkan keputusannya terkait kenaikan harga BBM pada minggu depan.

"Itu modelling ekonominya saya kira sudah dibuat, nanti mungkin minggu depan Presiden akan mengumumkan mengenai apa, bagaimana, mengenai kenaikan harga ini," kata Luhut.

Menurut Luhut saat mengisi acara kuliah umum di Universitas Hasanuddin secara virtual pada hari Jumat, 19 Agustus 2022, Jokowi telah mengisyaratkan bahwa pemerintah akan menaikkan harga BBM.

"Presiden sudah mengindikasikan tidak mungkin kita pertahankan terus demikian, karena harga BBM kita termurah se-kawasan ini. Kita jauh lebih murah dari yang lain dan itu beban terlalu besar kepada APBN kita," terangnya.

Luhut mengakui saat ini Indonesia sudah cukup baik untuk menjaga laju inflasi di level yang terkendali. Inflasi Indonesia pada Juli 2022 tercatat sebesar 4,94 persen secara tahunan. Hal tersebut masih lebih rendah dari sejumlah negara lain seperti Amerika Serikat yang mencapai 8,5 persen.

Namun Luhut mengatakan meski saat ini kenaikan inflasi masih tergolong aman, laju inflasi akan bergantung pada kenaikan harga solar dan pertalite yang masih disubsidi pemerintah.

Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk bersiap dengan kemungkinan adanya kenaikan harga BBM karena pemerintah juga harus menekan beban subsidi di APBN.

Luhut juga mengungkapkan kenaikan harga tersebut menjadi salah satu dari sejumlah strategi untuk bisa menekan beban subsidi, selain pengurangan mobil-mobil berbahan bakar fosil dengan kendaraan listrik, dan implementasi B40.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait