Hot News

Jakarta - Banyak orang berciuman, baik untuk menyatakan cinta pada orang terkasih atau sekadar bentuk sapaan saat mengatakan halo dan selamat tinggal. 

Dalam film Hollywood, 90% film sering menyajikan adegan ciuman, baik ciuman ringan sampai yang menyisakan saliva.

Sehari-hari kita disuguhkan pemandangan ciuman sehingga lama-lama kita jadi terbiasa. Tapi pernah nggak kamu kepikiran kenapa kita melakukannya?

Sebuah studi pernah mengungkap beberapa teori kenapa kita berciuman. Apa saja teorinya? 

Melansir Healthline, berikut sejumlah teori dari ilmuwan yang menjawab mengapa kita berciuman.

- Keterikatan

Berciuman menyebabkan reaksi kimia di otak Anda, termasuk ledakan hormon oksitosin. Ini sering disebut sebagai "hormon cinta", karena membangkitkan perasaan kasih sayang dan keterikatan.

Misalnya seorang ibu. Oksitosin banyak diberikan ibu pada anaknya, contohnya saat melahirkan dan menyusui, yang mana efeknya memperkuat ikatan ibu-anak.

Berbicara soal menyusui, banyak yang percaya bahwa berciuman berasal dari praktik memberi makan. 

Sama seperti burung yang memberi makan cacing kepada anak-anaknya yang kecil, para ibu di zaman dulu, dan beberapa masih melakukannya saat ini, memberi makan anak-anak mereka makanan yang mereka kunyah.

Sementara untuk pria, penelitian tahun 2013 yang dipublikasikan National Academy of Sciences menunjukkan oksitosin sangat penting dalam membantu pria terikat dengan pasangan dan tetap monogami.

1599901962-ciuman2.jpgSumber: Ilustrasi berciuman. (Pixabay)

- Jatuh Cinta

Saat jatuh cinta kamu pasti merasa melayang saat menghabiskan waktu dengan si dia. Begitu juga saat kamu berciuman. Itu terjadi karena tubuh melepaskan dopamin. 

Dopamin dilepaskan saat kamu melakukan sesuatu yang terasa menyenangkan. Ini dan hormon bahagia lainnya membuat kamu merasa gembira. 

Semakin banyak kamu mendapatkan hormon ini, semakin besar juga tubuh menginginkannya. Bagi beberapa orang, ini mungkin lebih terlihat di awal hubungan asmara.

Sebuah studi yang dilakukan Rafael Wlodarski & Robin I. M. Dunbar pada 2013 dalam 'Archives of Sexual Behaviour' menunjukkan pasangan yang berhubungan jangka panjang yang sering berciuman melaporkan kepuasan hubungan yang meningkat.

- Dorongan Seks

Bukan rahasia lagi kalau ciuman dipicu dorongan seks dan jauh dari kata platonis.

Penelitian dari Evolutionary Psychology pada tahun 2007 menunjukkan bahwa bagi wanita, berciuman adalah cara untuk menilai calon pasangan. Ini juga memainkan peran penting dalam keputusan mereka untuk ke tahap selanjutnya sebuah hubungan.

Partisipan wanita mengatakan bahwa mereka cenderung tidak berhubungan seks dengan seseorang tanpa berciuman terlebih dahulu. Mereka juga melaporkan bahwa skill ciuman seseorang dapat membuat atau menghancurkan peluang pasangannya.

Juga terbukti bahwa pria berciuman untuk memperkenalkan hormon seks dan protein yang membuat pasangan wanitanya lebih reseptif secara seksual.

Ciuman dengan menggunakan mulut dan lidah sangat efektif dalam meningkatkan gairah seksual, karena meningkatkan jumlah air liur yang diproduksi dan dipertukarkan. Semakin banyak ludah yang kalian tukar, semakin aktif kalian.


Loading ..