URstyle

Dari Malang untuk Lebaran, Pia Ikonik Ini Hadirkan Rasa Baru Pistachio Kunafa

Urbanasia, Sabtu, 14 Maret 2026 10.46 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Dari Malang untuk Lebaran, Pia Ikonik Ini Hadirkan Rasa Baru Pistachio Kunafa
Image: Pia Cap Mangkok jadi rekomendasi oleh-oleh dan hampers lebaran dari Malang. (Ist)

Jakarta - Mudik Lebaran jadi momen untuk membawa pulang oleh-oleh khas dari kota yang dikunjungi. Selain untuk keluarga di rumah, hampers Lebaran juga makin sering dijadikan pilihan hadiah untuk kerabat atau rekan kerja. 

Jika tahun ini kamu mudik atau isi libur lebaran dengan pergi ke Malang, Jawa Timur, ada satu kuliner legendaris yang selalu jadi incaran dan nggak boleh dilewatkan, yaitu Pia Cap Mangkok.

Sebagai ikon oleh-oleh Malang sejak 1959, Pia Cap Mangkok menghadirkan varian spesial Pistachio Kunafa yang dirilis khusus selama bulan Ramadan. 

Varian ini banyak diburu karena memadukan cita rasa klasik pia dengan sentuhan rasa Timur Tengah yang sedang populer, sehingga cocok dijadikan oleh-oleh sekaligus hampers Lebaran.

Selama lebih dari enam dekade, pia dari Cap Mangkok sudah menjadi bagian dari tradisi wisata ke Malang. Banyak orang merasa perjalanan belum lengkap tanpa membawa pulang pia sebagai buah tangan. 

Menariknya, produk ini tetap mempertahankan konsep autentik, karena hanya bisa dibeli langsung di Malang, bukan melalui distribusi besar-besaran seperti oleh-oleh pada umumnya.

Hadirnya kembali varian Pistachio Kunafa di bulan Ramadan disebut sebagai cara untuk menghadirkan rasa yang lebih modern tanpa meninggalkan ciri khas yang sudah dikenal sejak lama. 

Perpaduan pistachio dan kunafa memberi nuansa Timur Tengah yang identik dengan Ramadan, sehingga cocok dijadikan pilihan hampers atau oleh-oleh saat momen Lebaran.

Direktur Pia Cap Mangkok, Eunike Christian, mengatakan inovasi ini dibuat agar produk legendaris tetap relevan dengan selera generasi sekarang, tanpa meninggalkan identitas aslinya.

“Inovasi ini bukan sekadar menghadirkan rasa baru, tetapi menjadi bagian dari komitmen kami untuk menjaga relevansi tanpa meninggalkan akar sejarah. Kami ingin memastikan setiap orang yang datang ke Malang membawa pulang rasa yang menjadi bagian dari sejarah kota ini,” ujarnya, dikutip Sabtu (14/3/2026).

Menurutnya, pia bukan sekadar makanan, tetapi sudah menjadi bagian dari pengalaman berkunjung ke Malang. Karena itu, Pia Cap Mangkok tetap mempertahankan konsep sebagai produk destinasi, sesuatu yang memang dicari khusus untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Eunike juga menambahkan bahwa kehadiran varian Pistachio Kunafa menjadi bukti bahwa produk heritage bisa terus berkembang mengikuti zaman, tanpa harus kehilangan karakter aslinya.

Dengan kemasan yang khas dan cita rasa yang berbeda dari pia pada umumnya, varian ini cocok dijadikan pilihan hampers Lebaran, terutama untuk yang ingin membawa oleh-oleh dengan sentuhan klasik sekaligus modern.

Bagi yang sedang mudik atau berlibur ke Malang selama Lebaran, pia legendaris ini bisa jadi salah satu rekomendasi oleh-oleh yang tidak hanya enak, tapi juga punya cerita panjang di balik rasanya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait