URstyle

Layanan Kesehatan Mata Indonesia Kembali Diakui di Level Asia

Urbanasia, Sabtu, 28 Maret 2026 22.38 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Layanan Kesehatan Mata Indonesia Kembali Diakui di Level Asia
Image: JEC terima dua penghargaan Healthcare Asia Awards 2026. (Ist)

Jakarta - Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan mata di Indonesia kembali mendapat sorotan internasional. Pada ajang Healthcare Asia Awards 2026, jaringan rumah sakit mata JEC Eye Hospitals and Clinics berhasil meraih dua penghargaan sekaligus.

Penghargaan tersebut meliputi kategori Clinical Service Initiative of the Year – Indonesia dan Specialty Clinic of the Year (Ophthalmology) – Indonesia. Capaian ini menjadi pengakuan atas inovasi layanan klinis serta konsistensi dalam menjaga standar operasional yang terukur di bidang kesehatan mata.

Penghargaan diterima oleh Tjahjono D. Gondhowiardjo, Direktur Pengembangan & Pendidikan JEC Group, di Marina Bay Sands, Singapura. Ia menilai pencapaian ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga validasi atas pendekatan layanan yang berfokus pada kebutuhan pasien.

“Penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi JEC Eye Hospitals and Clinics, tetapi juga merupakan validasi atas pendekatan kami dalam membangun layanan kesehatan mata yang terstandarisasi, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan pasien,” ujarnya, Jumat (27/3/2026). 

Menurutnya, inovasi menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang relevan di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. 

“Melalui inovasi seperti program penanganan mata kering yang terintegrasi serta penguatan sistem layanan bedah yang efisien, kami ingin memastikan bahwa setiap pasien mendapatkan diagnosis yang akurat, terapi yang tepat, dan pengalaman layanan yang optimal,” lanjutnya.

Salah satu inovasi yang berkontribusi terhadap penghargaan adalah program penanganan mata kering terintegrasi. Program ini menggabungkan edukasi publik dengan standardisasi protokol klinis, sekaligus memanfaatkan teknologi seperti kuesioner digital untuk membantu deteksi dini.

Dengan prevalensi mata kering yang diperkirakan mencapai lebih dari 76 juta orang di Indonesia, pendekatan ini dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran sekaligus mempercepat diagnosis. Implementasinya bahkan berhasil meningkatkan angka diagnosis hingga rata-rata 30 persen di berbagai cabang layanan.

Di sisi lain, efisiensi operasional juga menjadi faktor penentu penghargaan. Salah satu klinik mencatat lebih dari 35.000 kunjungan rawat jalan dan lebih dari 5.000 tindakan operasi dalam setahun, dengan tingkat komplikasi yang tetap rendah. Hal ini menunjukkan bahwa volume layanan yang tinggi tetap dapat berjalan seiring dengan kualitas yang terjaga.

Selama lebih dari empat dekade, JEC Eye Hospitals and Clinics terus memperkuat layanan berbasis subspesialis serta menghadirkan berbagai inovasi teknologi, mulai dari LASIK hingga SMILE PRO. Hingga kini, ratusan ribu prosedur telah dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penglihatan masyarakat Indonesia.

Pengakuan di tingkat Asia ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia dalam peta layanan kesehatan regional. Lebih dari itu, pencapaian ini menjadi pengingat bahwa inovasi, kolaborasi, dan konsistensi tetap menjadi kunci dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berdampak luas.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait