URstyle

Primaya Sport Clinic & Orthopedic Center Tangani 2.600 Tindakan dalam 5 Tahun

Urbanasia, Kamis, 2 April 2026 11.47 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Primaya Sport Clinic & Orthopedic Center Tangani 2.600 Tindakan dalam 5 Tahun
Image: Ilustrasi - Dokter sedang menjelaskan kondisi cedera pasien. (Freepik)

Jakarta - Gaya hidup aktif sekarang sudah jadi bagian dari keseharian banyak orang. Mulai dari rutin gym, lari, sampai ikut berbagai komunitas olahraga, semuanya terasa makin dekat dengan rutinitas harian.

Tapi di balik itu, ada risiko yang nggak disadari sejak awal: cedera yang muncul tiba-tiba dan sering dianggap sepele, padahal bisa berdampak panjang kalau nggak ditangani dengan tepat.

Kondisi ini tercermin dari layanan yang ditangani Primaya Sport Clinic & Orthopedic Center (PSCOC). Dalam lima tahun terakhir, pusat ortopedi yang berada di Primaya Hospital Bekasi Timur ini sudah menangani lebih dari 2.600 tindakan medis, mulai dari cedera olahraga hingga kasus ortopedi kompleks.

Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Meizar Rizaldi, menegaskan bahwa pendekatan penanganan kini semakin berkembang. 

“Kami mengadopsi teknologi seperti Cyberdine HAL dan mengembangkan layanan berbasis PRP hingga stem cell untuk mempercepat pemulihan fungsi gerak pasien,” katanya di Jakarta, Kamis (2/4/2026). 

Data menunjukkan cedera ligamen menjadi salah satu kasus yang paling sering terjadi, mencapai sekitar 41,1 persen, dengan dominasi di area kaki dan lutut. Menariknya, banyak kasus baru ditangani saat kondisi sudah cukup parah.

1775105069-PSCOC-Primaya-Bekasi-Timur.jpgCEO Primaya Hospital Group bersama tim dokter di PSCOC Primaya Bekasi Timur. (Urbanasia)

Padahal, penanganan sejak dini bisa jadi kunci untuk mencegah cedera berkembang menjadi kronis. Karena itu, pendekatan layanan kini tidak lagi hanya fokus pada tindakan medis, tetapi juga mencakup proses pemulihan secara menyeluruh.

Di PSCOC, penanganan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari diagnosis, tindakan operatif maupun non-operatif, hingga rehabilitasi yang didukung teknologi modern seperti fisioterapi robotik dan berbagai terapi lanjutan.

Pendekatan ini juga membuat layanan tersebut dipercaya berbagai organisasi olahraga untuk mendukung kesehatan atlet. Artinya, standar penanganan yang diberikan tidak hanya untuk pasien umum, tetapi juga memenuhi kebutuhan performa tinggi.

Sementara itu, CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali menjelaskan, layanan ortopedi sendiri memang menjadi salah satu fokus utama di Primaya Hospital Group. 

“Pencapaian lima tahun PSCOC mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan layanan yang mengintegrasikan keunggulan klinis, teknologi, dan ketulusan dalam perawatan,” kata Leona. 

Ke depan, pengembangan layanan ortopedi juga akan diperluas, termasuk penambahan subspesialisasi seperti ortopedi anak dan ortopedi onkologi untuk menjawab kebutuhan pasien yang semakin beragam.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait