Layanan Terpadu untuk Komplikasi Diabetes Kini Hadir di Bekasi Timur

Jakarta - Diabetes menjadi salah satu masalah kesehatan yang semakin serius di Indonesia. Namun yang lebih mengkhawatirkan, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya sudah mengidap penyakit ini.
Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. dr. Meizar Rizaldi, mengatakan penanganan diabetes perlu dilakukan secara menyeluruh karena penyakit ini bisa memicu berbagai komplikasi serius.
Oleh karena itu, pihaknya baru saja menghadirkan Diabetic, Foot, and Vascular Center, sebagai pusat pelayanan terpadu yang lebih holistik bagi pasien dengan gangguan metabolik.
“Kami berharap layanan ini dapat mempermudah masyarakat Bekasi dan sekitarnya memperoleh penanganan yang komprehensif tanpa harus pergi jauh ke Jakarta,” kata dr. Meizar dalam Grand Launching Diabetic, Foot & Vascular Center, Primaya Hospital Bekasi Timur, Selasa (10/3/2026).
Dokter Meizar menambahkan, diabetes merupakan faktor risiko berbagai penyakit serius seperti penyakit jantung, stroke, serta gangguan pada ginjal dan pembuluh darah. Oleh karena itu, pasien diabetes perlu penanganan yang lebih menyeluruh.
Data menunjukkan sekitar 1 dari 2 penderita diabetes tidak mengetahui kondisinya. Akibatnya, banyak pasien baru datang berobat ketika komplikasi sudah muncul.
Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi adalah luka pada kaki. Secara global, kondisi ini menjadi masalah kesehatan besar karena dapat berujung pada amputasi.
Peluncuran Diabetic, Foot, and Vascular Center Primaya Bekasi Timur. (Ist)
Diperkirakan setiap 20 detik satu anggota tubuh diamputasi di dunia akibat komplikasi diabetes. Bahkan sekitar 85 persen kasus amputasi diawali dari luka kecil pada kaki yang sebenarnya bisa dicegah jika terdeteksi lebih dini.
Kondisi ini terjadi karena kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat merusak saraf dan pembuluh darah. Kerusakan saraf membuat kaki menjadi mati rasa sehingga luka kecil sering tidak disadari.
Sementara itu, gangguan pembuluh darah menghambat aliran darah yang dibutuhkan tubuh untuk proses penyembuhan luka. Jika tidak ditangani dengan baik, luka dapat semakin memburuk dan meningkatkan risiko amputasi.
Adapun Diabetic, Foot, and Vascular Center di Primaya Bekasi Timur fokus pada pengelolaan diabetes sekaligus komplikasinya, terutama gangguan pembuluh darah dan luka pada kaki.
Layanan ini didukung oleh tim dokter multidisiplin yang terdiri dari spesialis bedah vaskular, ortopedi kaki dan pergelangan kaki, konsultan endokrin metabolik dan diabetes, hingga spesialis rehabilitasi medik.
Melalui konsep one stop solution, pasien dapat menjalani berbagai pemeriksaan untuk mendeteksi gangguan pembuluh darah sejak dini. Beberapa di antaranya seperti pemeriksaan Doppler vaskular dan Ankle Brachial Index (ABI) untuk melihat kondisi aliran darah pada kaki.
Jika ditemukan penyempitan atau sumbatan pembuluh darah, dokter dapat melakukan tindakan seperti angioplasty atau bypass vaskular untuk membantu memperbaiki aliran darah.
Selain penanganan medis dan perawatan luka kaki, pasien juga dapat menjalani rehabilitasi medik. Program ini bertujuan membantu memulihkan kekuatan otot, keseimbangan, dan mobilitas pasien.
