URstyle

Reseller Jadi Jembatan Bisnis, SEDASA Dorong Modest Fashion Lebih Dekat ke Pasar

Urbanasia, Selasa, 5 Mei 2026 12.32 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Reseller Jadi Jembatan Bisnis, SEDASA Dorong Modest Fashion Lebih Dekat ke Pasar
Image: Fashion Parade dalam opening SEDASA Vol. 3 'Rhapsody Summit' 2026. (Ist)

Jakarta — Industri modest fashion Indonesia terus berkembang, tapi tantangan utamanya bukan hanya soal kreativitas, melainkan bagaimana karya bisa benar-benar sampai ke pasar. Di tengah kebutuhan itu, peran ekosistem yang menghubungkan desainer dengan pembeli jadi semakin krusial.

Hal ini yang coba dijawab lewat kehadiran SEDASA Volume 3, yang tahun ini untuk pertama kalinya digelar di Jakarta dengan skala yang lebih besar dan pendekatan yang lebih terintegrasi antara fashion show dan peluang bisnis.

Founder SEDASA, Rya Baraba menuturkan, SEDASA Volume 3 yang mengusung tema ‘Rhapsody Summit’ ini tidak hanya mengundang para pecinta fashion, tetapi juga menghadirkan para reseller dari berbagai daerah. 

“Harapannya, setelah fashion show berlangsung, terjadi interaksi bisnis dan transaksi langsung antara reseller dengan desainer dan brand. Alhamdulillah, target tersebut selama ini selalu tercapai,” katanya dalam press conference di Jakarta, Jumat (1/5/2026). 

Rya menambahkan, melalui SEDASA, pihaknya ingin mendorong daya beli masyarakat terhadap produk fashion dalam negeri sekaligus memperkuat kolaborasi antar pelaku industri.

SEDASA sendiri pertama kali digelar di Bandung pada 2020, di tengah pandemi COVID-19, sebagai wadah bagi pelaku usaha modest fashion untuk tetap berkarya melalui format virtual. 

Seiring waktu, antusiasme terus meningkat hingga akhirnya event ini berkembang menjadi platform offline dengan skala nasional.

SEDASA 2026 digelar di InterContinental Hotel Jakarta Pondok Indah pada 1 Mei 2026. Perpindahan lokasi ke Jakarta menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan sekaligus memperkuat posisi sebagai event fashion nasional.

Tahun ini, SEDASA menghadirkan 14 desainer dan brand modest fashion Indonesia. Nama-nama seperti Mandhja by Ivan Gunawan, Nabila Misha Fashion, Gita Orlin, hingga Rumman dan Shadec turut meramaikan runway dalam dua sesi fashion show.

Selain itu, acara juga dimeriahkan oleh penampilan spesial dari Krisdayanti dan Titi DJ, yang memperkuat positioning SEDASA sebagai perpaduan antara fashion dan entertainment.

Namun lebih dari sekadar estetika runway, SEDASA menempatkan transaksi dan kolaborasi sebagai fokus utama. Kehadiran reseller menjadi elemen penting yang menjembatani karya desainer dengan pasar yang lebih luas secara langsung.

Sebagai bentuk apresiasi, SEDASA juga menghadirkan penghargaan bagi pelaku industri. ‘The Modest Visionary Award’ diberikan kepada Ivan Gunawan atas kontribusinya dalam mengembangkan modest fashion modern di Indonesia.

Sementara ‘Young Visionary Award’ diberikan kepada Nabila Misha sebagai representasi generasi muda yang membawa energi baru dalam industri fashion.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait