Takeda dan Halodoc Perkuat Pencegahan DBD Lewat Edukasi dan Akses Digital

Jakarta - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia masih menjadi tantangan serius, dengan tren yang terus meningkat dan pola penularan yang kini terjadi sepanjang tahun. Di tengah kondisi ini, pendekatan pencegahan yang lebih terintegrasi menjadi kebutuhan mendesak.
Dalam momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026, PT Takeda Innovative Medicines bersama Halodoc menghadirkan kolaborasi strategis untuk memperluas edukasi sekaligus meningkatkan akses layanan kesehatan terkait DBD bagi masyarakat.
Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht mengatakan, misi besar nol kematian akibat DBD pada 2030 bisa terwujud salah satunya melalui peningkatan pemahaman masyarakat dan kolaborasi lintas sektor.
“Kami melihat kesamaan tujuan dengan Halodoc dalam meningkatkan literasi publik terkait dengue, terutama dalam hal pencegahan, dan kemitraan ini menjadi salah satu langkah konkret untuk memperluas jangkauan edukasi tersebut,” ujar Andreas, Selasa (5/5/2026).
Kolaborasi ini mencakup edukasi bagi tenaga kesehatan hingga kampanye publik melalui platform digital. Masyarakat juga bisa mengakses konsultasi dokter untuk mendapatkan informasi yang tepat terkait DBD, termasuk langkah pencegahan seperti vaksinasi.
Langkah ini menjadi semakin relevan melihat tren kasus DBD di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa dalam dua dekade terakhir, rata-rata kasus meningkat hampir tiga kali lipat, dengan siklus puncak yang kini terjadi lebih cepat, dari sekitar 10 tahun menjadi hanya tiga tahun atau kurang.
Beban yang ditimbulkan juga tidak kecil. Data BPJS Kesehatan mencatat lebih dari satu juta kasus rawat inap terkait DBD pada 2024, dengan total pembiayaan mencapai sekitar Rp3 triliun, yang turut berdampak pada produktivitas hingga ekonomi nasional.
Di sisi lain, pemanfaatan layanan kesehatan digital juga menunjukkan peningkatan. Jonathan Sudharta, CEO dan Co-founder Halodoc, menyebut bahwa akses layanan vaksinasi DBD di platformnya meningkat signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Sebagai ekosistem kesehatan digital dengan lebih dari 20 juta pengguna aktif, Halodoc berkomitmen mempermudah akses layanan tepercaya, termasuk solusi terintegrasi DBD mulai dari edukasi hingga langkah preventif seperti vaksinasi,” jelasnya.
Momentum Pekan Imunisasi Dunia menjadi pengingat bahwa pencegahan harus dilakukan secara konsisten dan komprehensif. Dalam konteks DBD, langkah ini mencakup pengendalian lingkungan, peningkatan kesadaran, hingga pemanfaatan inovasi kesehatan.
Melalui kolaborasi ini, Takeda dan Halodoc mendorong pendekatan yang lebih menyeluruh dalam pencegahan DBD, dengan harapan dapat menekan angka kasus sekaligus memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat di Indonesia.
