Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Susul Lamongan, Pasuruan dan Tuban Masuk Level 1

Nivita Saldyni,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Susul Lamongan, Pasuruan dan Tuban Masuk Level 1
Image: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Humas Pemprov Jatim)

Surabaya - Setelah sebelumnya Kabupaten Lamongan masuk level 1 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kini Kabupaten Tuban dan Pasuruan turut masuk level 1. Artinya telah ada 3 daerah di Jawa Timur yang masuk level 1.

Data tersebut didapatkan dari asesmen situasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan RI per 9 September lalu dan dirilis pada Jumat (10/9/2021).

“Alhamdulillah hari ini sudah ada tiga kabupaten di Jatim yang masuk pada level 1. Data ini berasal dari assesment situasi COVID-19 yang dirilis Kemenkes RI per hari Jumat tanggal 10 September 2021,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, Khofifah menyebut bahwa penambahan bukan hanya pada level 1, kabupaten/kota di level 2 juga meningkat. Dari yang sebelumnya 16 daerah kini menjadi 19 daerah. Kabupaten/kota tersebut diantaranya Kab. Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Probolinggo, Pamekasan, Ngawi, Nganjuk, Malang, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kab. Kediri, Jombang, Jember, Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Banyuwangi, dan Bangkalan.

1631338096-peta-sebaran-COVID-Jatim-10-Sept.JPGSumber: Peta Sebaran COVID-19 Jatim per 10 September 2021. (Dok. Dinas Kesehatan Pemprov Jatim)

Sementara untuk level 3 terjadi penurunan dari 18 menjadi 16 kabupaten/kota. Daerah tersebut di antaranta, Kab. Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Mojokerto, Magetan, Madiun, Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, dan Kab. Blitar.

“Terima kasih atas gerak cepatnya, kerja keras, dan sinergi dari semua pihak yang ikut mencegah penyebaran COVID-19 di Jatim. Di dalamnya termasuk Forkopimda Jatim, TNI- POLRI,  Pemkab/Pemko, tenaga kesehatan (nakes), tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, media, sektor swasta dan seluruh elemen masyarakat di Jatim,” ungkap Khofifah.

Sejalan dengan pencapaian tersebut, Khofifah mengatakan bahwa pihaknya juga terus melakukan percepatan vaksinasi. Dari data Kemenkes/KCPEN per 10 September 2021, jumlah total capaian vaksinasi dosis pertama di Jatim telah mencapai 11.244.023 orang dengan dosis kedua sebanyak 6.227.856 orang.

“Yang patut kita syukuri saat ini, Jatim sudah bebas zona merah dan terlepas dari level 4,” kata Khofifah.

“Vaksinasi terus kami gencarkan. Meski demikian saya kembali mengingatkan protokol kesehatan jangan sampai lengah. Tetap jaga protokol kesehatan agar kita segera bisa keluar dari pandemi,” pesannya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait