menu
user

Surabaya - Sebanyak 15 daerah di Jawa Timur (Jatim) saat ini tengah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Jumlah tersebut bertambah sejak Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menambah empat daerah baru dalam daftar daerah yang menerapkan PPKM di wilayahnya.

Keputusan Khofifah itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/11/KPTS/013/2021 tentang perubahan atas Keputusan 188/7/KPTS/013/2021 tentang PPKM yang diteken pada 13 Januari 2021. Sehingga sejak Rabu (13/1/2021), Jatim resmi menerapkan PPKM di 15 daerah.

"Penambahan PPKM ini demi kemaslahatan masyarakat," tulis Khofifah di akun Instagram pribadinya, @khofifah.ip pada Jumat (15/1/2021).

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by khofifah indar parawansa (@khofifah.ip)

Nah empat daerah yang baru ditambahkan dalam daftar PPKM di Jatim itu adalah Kota dan Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Kediri, guys. Meski tak mengungkapkan pasti apa alasan penambahan itu, namun jika dilihat dalam peta sebaran COVID-19 di Jatim maka empat daerah itu kini tengah berada di zona merah.   

Sehingga per Jumat (15/1/2021) jumlah zona merah di Jatim ada 5, yaitu Kabupaten dan Kota Mojokerto, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Kediri.

Sementara itu sebelumnya, di Jawa Timur telah ada 11 daerah yang menerapkan PPKM sejak 11 Januari 2021. Mereka adalah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik di wilayah Surabaya Raya, kemudian Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu di wilayah Malang Raya, serta beberapa daerah lain yaitu Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Lamongan, Ngawi, dan Kabupaten Blitar.

Sehingga dengan penambahan baru ini, maka 15 daerah di Jatim tersebut akan bersama-sama dan secara serentak melakukan PPKM hingga 25 Januari 2021 mendatang. Untuk itu, Khofifah mengajak masyarakat Jatim untuk selalu optimistis dan bersama-sama memerangi pandemi COVID-19 ini dengan menjaga protokol kesehatan ketat.

“Jangan bosan untuk terus displin protokol kesehatan. Ayo kita saling terus jaga Agar Jawa Timur bisa segera lepas dari belenggu COVID-19 ini. Kita harus optimis, InsyaAllah Jatim bisa!,” tutupnya.

Komentar
paper plane