beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtech

Kemenkes Gandeng WhatsApp Perkuat Layanan Kesehatan Digital

Fitri Nursaniyah, 8 November 2022 15.20.44
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kemenkes Gandeng WhatsApp Perkuat Layanan Kesehatan Digital
Image: Gedung Kementerian Kesehatan (Foto: Kemenkes)

Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan WhatsApp dalam melayani kesehatan publik secara digital. Ini artinya, aplikasi WhatsApp bisa dimanfaatkan secara maksimal baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk berkomunikasi terkait kesehatan.

Lewat kerja sama ini, Kemenkes akan mengembangkan fitur produk untuk membantu menjaga kesehatan masyarakat.

Fitur di antaranya pendataan anak-anak di Posyandu dalam rangka mencegah stunting, membuat notifikasi pengingat imunisasi, membuat notifikasi pengingat jadwal bertemu dokter, kampanye kesehatan publik, serta jadi pusat informasi bagi tenaga kesehatan.

"Bikin grup WA masyarakat untuk  memudahkan edukasi. Bisa dimulai dengan grup kanker payudara atau pita pink. Ini akan menyelamatkan masyarakat Indonesia dan menjadi tribute bagi WhatsApp," ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, mengutip laman resmi Kemkes, Selasa (8/11/2022).

Kemenkes menjamin keamanan data masyarakat meski banyak layanan dilakukan melalui WhatsApp. Jadi tak usah khawatir data pribadi akan bocor.

Senementara itu, pihak WhatsApp sendiri sudah melihat potensi transformasi digital Indonesia, mereka mengaku ingin berkontribusi di dalamnya, salah satunya lewat kerja sama dengan Kemenkes.

"Kami sangat senang melihat bagaimana Kemenkes RI senantiasa mengupayakan kemudahan, keandalan, dan privasi WhatsApp untuk mendukung kesehatan masyarakat. Kami sangat termotivasi dengan pencapaian kerja sama Kemenkes RI dan WhatsApp selama ini yang telah membantu berbagai upaya penanganan Covid-19 dari pemerintah, mulai dari program vaksin nasional hingga telemedisin isoman," ucap VP for Global Affairs WhatsApp Victoria Grand dan Direktur Kebijakan Publik Global WhatsApp, Jonathan Lee. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait