beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Tersisa 86 Korban Luka akibat Gempa di RSUD Cianjur

Putri Rahma,
23 November 2022 13.03.15 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Tersisa 86 Korban Luka akibat Gempa di RSUD Cianjur
Image: Sejumlah bangunan rusak pasca gempa M 5.6 Cianjur. (Dok. BNPB)

Jakarta – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, Jawa Barat mengaku saat ini tersisa 86 pasien korban luka tiga hari pasca gempa.

Plt. Direktur Utama RSUD Sayang Cianjur, Darmawan Setiabudhi Dahlan mengatakan bahwa pihaknya menangani sebanyak 656 pasien korban. Menurutnya, sebagian korban sudah dirujuk ke rumah sakit atau dipulangkan karena sudah memiliki kondisi yang sehat.

“Jadi ada yang dirujuk ke 11 rumah sakit, yakni ke RSHS Bandung, RS Sukabumi, RS Samsudin, RS Ujungberung, RS Sentosa, Rs Boromeus, RS Ciawi dan lainnya, semuanya 11 rumah sakit,” kata Darmawan di RSUD Cianjur, Rabu (24/11/2022).

Di sisi lain, terdapat 112 orang pasien meninggal dunia di RSUD Cianjur saat menjalani medis. Pasien yang terisa pun masih harus menjalani perawatan di luar gedung RSUD Cianjur dengan menggunakan tenda. 

Ia menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu terkait kelayakan gedung yang sedang akan ditinjau oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Yang sahih dari Kementerian PUPR, kalau kami kirim konsultan nanti bisa meleset,” ucapnya.

Darmawan juga mengatakan bahwa pihak RSUD Cianjur sudah kembali membuka pola pelayanan umum untuk masyarakat yang ingin berobat meskipun hanya baru beberapa poli yang dibuka.

“Baru enam dulu, tapi sebentar lagi semuanya akan buka, dan sementara ini di tenda dulu,” jelas Darmawan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan gempa yang terjadi di Cianjur telah menyebabkan sebanyak 268 korban meninggal dunia dimana sebanyak 122 jenazah sudah berhasil diidentifikasi.

Selain sebanyak 151 orang masih dinyatakan hilang dan masih dalam tahap pencarian. Terdapat juga 1.083 orang mengalami luka-luka dan sebanyak 58.362 harus mengungsi.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait