beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URoto

Toyota Siap Investasi Rp 27,1 Triliun di Indonesia, Bikin Mobil Listrik

Fitri Nursaniyah,
28 Juli 2022 09.12.12 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Toyota Siap Investasi Rp 27,1 Triliun di Indonesia, Bikin Mobil Listrik
Image: PIXABAY/Cicero7

Jakarta - Toyota Motor Company berencana menambahkan investasi pembangunan kendaraan listrik di Indonesia.

Vice Chairman of the Broad of Directors of Toyota Motor Corporation (TMC) Shigeru Hayakawa mengatakan bahwa Toyota akan menambah investasi sebesar Rp 27,1 triliun selama lima tahun ke depan.

Hal ini dilakukan Toyota karena perusahaan otomotif asal Jepang itu tengah serius mendukung elektrifikasi kendaraan bermotor. Indonesia dipilih sebagai tempat untuk berinvestasi karena dinilai memiliki potensi tinggi dalam permintaan kendaraan listrik di kemudian hari.

Rencana investasi tambahan Toyota disambut baik oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir di pertemuan bersama delegasi pemerintah Jepang, Rabu (27/7/2022).

"Permintaan kendaraan listrik baik roda empat maupun roda dua di Indonesia, maupun kawasan di ASEAN ke depan akan terus meningkat. Indonesia dapat dijadikan industrial base produksi Electric Vehicle (EV) untuk dipasarkan di kawasan ASEAN maupun di Indonesia sendiri," ujar Airlangga dalam pernyataan resminya dikutip Antara, Kamis.

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah akan melibatkan kendaraan listrik produksi Toyota dalam perhelatan G20 November 2022 untuk para delegasi.

Sejauh ini, Toyota sendiri telah berkontribusi menurunkan impor bahan bakar fosil serta emisi dengan mempopulerkan EV di Indonesia. Dalam empat tahun ke depan, Toyota berencana menambahkan jenis kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV).

Sebelumnya, Toyota Motor Corporation berjanji akan berinvestasi di Indonesia, saat hadir dalam pertemuan KTT Osaka 2019 bersama Presiden Jokowi. Dalam waktu tiga tahun sejak perjanjian itu, nilai investasi Toyota di Indonesia mencapai Rp 14 triliun.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait