menu
user
URnews

Tulis Komentar Hoaks, Netizen di Solo 'Diamankan' Tim Virtual Police

Nivita Saldyni,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Tulis Komentar Hoaks, Netizen di Solo 'Diamankan' Tim Virtual Police
Image: Renaldi (tengah) memberikan pernyataan dan permintaan maaf saat berada di Markas Polresta Surakarta, Senin (8/3/2021). (Instagram @virtualpolice_restaska)

Solo - Seorang netizen asal Kota Solo bernama Renaldi (24) harus berurusan dengan Tim Virtual Police Polresta Solo.

Renaldi dibawa ke Markas Polresta Solo karena ‘tertangkap’ tim Virtual Police saat meninggalkan komentar yang dinilai mengandung hoaks di media sosial, Senin (8/3/2021).

Berdasarkan keterangan Tim Virtual Police Polresta Solo, Renaldi terdeteksi telah menulis komentar pada sebuah postingan berita di Instagram tentang kawasan Kestalan dan Gilingan di Kecamatan Banjarsari yang bakal dipantau Polresta Solo menggunakan drone.

“Hahaa pdhal sudah ada jatah bulanan *hyaa,” tulis Renaldi di postingan berita tersebut.

Menanggapi komentar tersebut, Tim Virtual Police menilai hal itu mengandung hoaks atau narasi yang tidak benar.

Untuk itu tim pun langsung melakukan tindakan dengan memberikan peringatan kepada yang bersangkutan lewat direct message.

“Terkait dengan seseorang dengan inisial RAI yang telah menguplod narasi yang bermuatan hoaks di salah satu akun IG berfollower besar, telah diingatkan oleh Tim Virtual Police Polresta Surakarta yang sebelumnya telah mengkonfirmasi muatan narasi tersebut dengan ahli bahasa, ahli pidana dan ahli ITE, agar menghapus postingannya tersebut,” tulis Tim Virtual Police Polresta Surakarta dikutip dari instagram resminya, Rabu (10/3/2021).

Namun karena tak kunjung menghapusnya, Renaldi pun akhirnya dijemput anggota polisi dan dibawa ke Markas Polresta Solo.

Ia pun diketahui telah meminta maaf lewat baik secara langsung maupun lewat surat. Dalam permintaan maafnya itu, tertulis bahwa ia tak akn mengulangi perbuatannya itu lagi.

“Selanjutnya yang bersangkutan telah meminta maaf, maka pendekatan restorative justice kita kedepankan dalam penanganannya (tidak kita lakukan gakkum) dan ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi pengguna medsos lainnya agar bijak dalam bermedsos,” lanjutnya.

Pengakuan dan permohonan maaf Renaldi kini terpampang di feed Instagram @virtualpolice_restaska.

"Saya memohon maaf kepada anggota Polresta Surakarta dan masyarakat karena menulis komentar yang tidak berdasar di Instagram Polresta Surakarta/Kabar Solo. Saya berjanji tidak akn mengulanginya lagi,” tulis Renaldi.

Semoga kasus ini bisa jadi pembelajaran bagi kita semua ya Urbanreaders. Sehingga kedepannya kita bisa lebih bijak bermedia sosial!

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait