menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtainment

Unggah Video Twerking di TikTok, Miss Papua Nugini 'Dipaksa' Lepaskan Mahkota

Eronika Dwi,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Unggah Video Twerking di TikTok, Miss Papua Nugini 'Dipaksa' Lepaskan Mahkota
Image: Lucy Maino. (Instagram @lucymaino_misspng19)

Jakarta - Miss Papua Nugini, Lucy Maino dipaksa melepas mahkotanya setelah mengunggah video menari twerking di TikTok. Terlebih unggahan tersebut langsung dibanjiri ribuan komentar dari netizen.

Gadis 25 tahun yang juga menjabat sebagai wakil kapten tim sepak bola wanita Papua Nugini itu menghadapi pelecehan online yang intens setelah mengunggah video dirinya twerking.

Meskipun video twerking dianggap hal biasa, namun aksi Lucy Maino dihujani ribuan kritikan. Mereka menilai aksi yang dilakukan Lucy Maiono tak pantas untuk seseorang yang dijadikan 'panutan'.

Setelah banyak reaksi negatif terhadap video tersebut, Lucy Maino 'dibebastugaskan' oleh  penyelenggara Miss Pacific Island Pageant PNG (MPIP PNG) pekan ini.

"Tujuan inti kami adalah pemberdayaan perempuan. Kami adalah program kontes unik yang mempromosikan warisan budaya, nilai-nilai tradisional, melalui pariwisata tentang negara dan masyarakat," kata panitia dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The Guardian, Jumat (9/4/2021).

Pernyataan itu lalu melanjutkan, MPIP PG merupakan program kontes yang mana mempromosikan nilai-nilai kepercayaan, harga diri, integritas dan layanan, masyarakat dengan fokus jangka panjang pada pendidikan.

Sementara itu, para kritikus menilai insiden Lucy Maino sebagai budaya misogini yang mengakar di negara tersebut.

"Saya yakin, jika seorang tokoh laki-laki membuat TikTok, kami semua akan tertawa atau bahkan memujinya," ucap seorang mantan Miss PNG.

Gubernur East Sepik dan salah satu ketua Koalisi Parlemen Menentang Kekerasan Berbasis Gender, Allan Bird pun mengecam pelecehan online terhadap Lucy Maino.

"Masyarakat macam apa yang mengutuk penyiksaan dan pembunuhan perempuan, namun marah ketika seorang anak muda wanita membuat video dansa?" tulis Allan Bird dalam media sosial.

Sebagian orang juga mengkritik panitia karena tak mendukung Lucy Maino setelah dia diserang karena video twerkingnya. Salah satunya seorang advokat perempuan, yang mengatakan panitia seharusnya melihat lebih jeli terkait kasus tersebut.

"Panitia seharusnya bisa menanganinya dengan lebih baik dan terlebih dahulu menguraikan klausul yang dia langgar sebagai ratu. Saya merasa mereka membungkamnya dan tidak memberi kesempatan untuk keluar dan berbicara. Bukan begitu cara untuk mengatasinya," ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan lagi, baik itu dari Lucy Maino maupun komite MPIP PNG.

Sebagai informasi, Lucy Maino dinobatkan sebagai Miss Papua Nugini pada 2019. Sejak itu, dia terus menjalankan tugasnya sebagaimana misi MPIP bahkan bertambah satu tahun lantaran pandemi COVID-19.

Lucy Maino juga dikenal setelah mewakili Papua Nugini sebagai wakil kapten tim nasional pada 2019, dan berhasil menyabet dua medali emas di Pacific Games 2019 di Apia, Samoa.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait