Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Update COVID-19 Jakarta 16 September: Total Ada 3.114 Kasus Aktif

Anisa Kurniasih,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Update COVID-19 Jakarta 16 September: Total Ada 3.114 Kasus Aktif
Image: Ilustrasi COVID-19 (Freepik)

Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melaporkan perkembangan kasus virus corona terkini, Kamis (16/9/2021).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan telah dilakukan tes PCR sebanyak 18.932 spesimen. 

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 16.660 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 176 positif dan 16.484 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 1.217 orang dites, dengan hasil 10 positif dan 1.207 negatif. 

Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

 "Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 121.457 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 568.964 per sejuta penduduk," terangnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/9/2021).

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 175 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 3.114 (orang yang masih dirawat/ isolasi). 

Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 855.600 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR. 

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 839.022 dengan tingkat kesembuhan 98,1%, dan total 13.464 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,3%. 

Pemprov DKI Jakarta masih terus berupaya mengendalikan pandemi COVID-19. Seiring dengan menerapkan 3T, vaksinasi COVID-19 juga digalakkan pada sejumlah kelompok prioritas. Kendati demikian, masih dibutuhkan peran serta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

Mengingat, vaksinasi COVID-19 saat ini hanya mengurangi dampak keterpaparan, masih terdapat kemungkinan tertular dan menularkan virus COVID-19 jika longgar terhadap protokol kesehatan dalam keseharian. Hal ini terlihat dari kasus positif yang masih fluktuatif dan kini mengalami kenaikan. Butuh kerja bersama untuk memutus rantai penularan ini. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait