Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Varian Delta Meningkat, AS Siapkan Vaksin COVID-19 Tambahan

Alwin Jalliyani,
4 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Varian Delta Meningkat, AS Siapkan Vaksin COVID-19 Tambahan
Image: ilustrasi vaksinasi COVID-19. (Freepik/freepik)

Washington - Amerika Serikat (AS) berupaya memberikan vaksin COVID-19 tambahan kepada warganya yang rentan secepat mungkin, karena kasus infeksi varian Delta terus meningkat. Hal ini disampaikan oleh pakar penyakit menular terkemuka AS, Anthony Fauci, Kamis (5/8/2021).

AS bergabung bersama Jerman, Prancis, dan Israel berencana memberi warganya suntikan tambahan, mengabaikan permintaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menunda sampai lebih banyak orang di seluruh dunia bisa mendapatkan vaksinasi pertama.

"Sangat penting bagi kami memberikan vaksin tambahan untuk mereka sebagai penguat, dan kami sekarang sedang mengerjakannya," kata Fauci, mengutip Reuters, Jumat (6/8/2021).

Menurut Fauci, orang-orang dengan gangguan kekebalan mungkin tidak cukup terlindungi oleh vaksinasi COVID-19 yang sudah didapatkan.

Penyebaran varian Delta di AS diyakini Fauci bisa ditekan dengan pemberian vaksinasi tambahan bagi masyarakat rentan.

Koordinator Satgas Gedung Putih, Jeffrey Zients, menyampaikan bahwa tujuh negara bagian AS dengan tingkat vaksinasi COVID-19 terendah menyumbang setengah dari kasus baru dan rawat inap pada minggu lalu.

“Negara bagian tersebut yaitu Florida, Texas, Missouri, Arkansas, Louisiana, Alabama dan Mississippi,” kata Jeffrey Zients, pada konferensi pers, Kamis (5/8/2021),

Dari jumlah tersebut, Florida dan Texas menyumbang sekitar sepertiga dari kasus virus corona baru dan bagian rawat inap yang lebih tinggi di AS.

Zients mengatakan bahwa pemerintahan Biden mendukung pengusaha AS dan institusi lain yang mengharuskan karyawan mereka divaksinasi.

Saat ini, Gedung Putih sedang mempertimbangkan untuk mewajibkan pengunjung asing untuk divaksinasi karena berencana untuk membuka kembali perjalanan internasional.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait