Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URguide

Viral Remaja Penata Sandal Jemaah di Masjid, Ternyata ‘Anak Sultan’

Griska Laras,
2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Viral Remaja Penata Sandal Jemaah di Masjid, Ternyata ‘Anak Sultan’
Image: Masjid Raya As Sa'adah/Instagram@subang.info

Jakarta - Belakangan media sosial dihebohkan dengan kisah haru pemuda yang selalu menyambut jemaah Masjid As Sa'adah, Ciater. Kisah ini pertama kali diketahui melalui video yang diunggah di TikTok.

Dalam video tersebut, pemuda tersebut terlihat memakai baju koko putih dan tersenyum kepada setiap orang yang datang. Sesekali dia merapikan sandal para jemaah.

Setelah ditelusuri Mat Peci, pemuda tersebut diketahui bernama Raja. Dia merupakan 'anak sultan' dari pemilik masjid serta resort dan hotel di kawasan tersebut.

"Adek ini ternyata sultan .. kerjaannya menyambut tamu, mendoakan tamu, dan merapikan sandal di masjid," bunyi keterangan video yang dibagikan akun @achielhilman.

Seorang lelaki kemudian menanyakan status Raja yang merupakan anak dari pemilik resort dan hotel mewah di sekitar. Dia pun menjawab dengan rendah hati.

"Bener adek anak yang punya masjid dan resort di sekitar?" tanya seorang lelaki dalam video.

"Iya bener pak," jawab Raja.

Dalam video, Raja juga membeberkan alasannya melakukan pekerjaan tersebut. Dia juga mengaku bekerja dengan sukarela dan tidak mendapat gaji.

"Ini semua cuma titipan, Pak. Saya di sini beresin sandal, menyambut tamu-tamu Allah," kata Raja.

"Emang saya ikhlas bantu-bantu di sini dan nggak digaji. Gak ada yang gaji dan gak ada yang nyuruh," sambung pemuda yang masih berusia 17 tahun itu.

Video tersebut pun viral dan telah dilihat lebih dari satu juta pengguna TikTok. Mereka membanjiri kolom komentar dengan pujian. Banyak netizen yang kagum dengan sikap rendah hati Raja dan menyebutnya 'sultan' yang sebenarnya.

"Aku menyebutnya si tampan dan rendah hati," tulis seorang netizen.

"Dialah sultan yang sebenarnya. Karena yang benar-benar sultan tidak akan berkata sultan," timpal yang lain. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait