beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtrending

Viral Siswa SMP di Malang Jadi Korban Bully, Polisi Turun Tangan

Nivita Saldyni,
2 September 2022 10.01.30 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Viral Siswa SMP di Malang Jadi Korban Bully, Polisi Turun Tangan
Image: Kapolresta Malang Kota Budi Hermanto (Dok. Humas Polresta Malang Kota)

Malang - Seorang pelajar SMP di Kota Malang diduga jadi korban bullying sejumlah temannya. Dugaan itu muncul setelah video yang direkam terduga pelaku menyebar di grup WhatsApp. 

Berdasarkan sejumlah video yang beredar, tampak perundungan dilakukan di sebuah rumah. Saat itu korban terlihat sedang tidur di sebuah sofa dan tiba-tiba salah seorang terduga pelaku memukulnya dengan bantal di bagian kepala dan kaki hingga membuat korban terbangun.

Sementara video lainnya memperlihatkan dua orang terduga pelaku menaburkan bedak ke wajah korban. Aksi itu dilakukan sembari mereka menekan kepala korban. Kemudian terdengar suara tawa para terduga pelaku saat kejadian itu berlangsung.

Bukan hanya memukul dan membedaki, terduga pelaku juga sempat melepaskan pakaian korban. Terlihat salah satu terduga pelaku memegangi korban saat yang lainnya berusaha menarik celana korban dan membuat korban menangis. Seluruh kejadian itu terekam dalam video yang diambil oleh terduga pelaku lain di lokasi kejadian. 

Polresta Malang Kota Turun Tangan

Kapolresta Malang Kota Budi Hermanto di Kota Malang menyebut pihaknya sudah menerima adanya laporan terkait kasus tersebut dari pihak keluarga korban. Saat ini, Polresta Malang Kota masih melakukan penyelidikan. 

"Saat ini sudah dalam penyelidikan Polresta Malang Kota," kata Budi, seperti dikutip dari Antara, Jumat (2/9/2022). 

Berdasarkan informasi sementara, korban merupakan salah satu pelajar di salah satu sekolah swasta di Kota Malang. Siswa kelas 2 SMP itu berusia sekitar 14 tahun.

Sementara terduga pelaku ada beberapa orang. Mereka merupakan pelajar kelas 6 SD dan kelas 2 SMP. Korban dan terduga pelaku bukan teman satu sekolah, mereka adalah teman main game online.

Kini kasus tengah ditangani oleh Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polresta Malang Kota. Sebab terduga pelaku masih berusia anak. 

"Pasti Unit PPA yang menangani, apalagi terduga pelaku juga masih anak-anak," pungkas Budi.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait