menu
user

Malang – Perguruan tinggi saat ini tengah fokus mempersiapkan penerimaan mahasiswa baru, menyambut tahun ajaran baru 2020/2021.

Biasanya, menjelang tahun ajaran baru, Kota Malang banyak diserbu para calon mahasiswa yang berbondong-bondong mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru (maba) atau melakukan daftar ulang.

Karena masih dalam kondisi darurat pandemi COVID-19, Walikota Malang Sutiaji meminta seleksi penerimaan maba dilakukan secara online atau menggunakan portofolio.

"Rekomendasi pada sore ini menyarankan daring atau dengan portofolio karena kita sedang darurat," kata Sutiaji dalam rapat koordinasi bersama rektor dan akademisi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), di Balai Kota Malang, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, hingga kini Kota Malang masih belum masuk kategori aman. Terlebih per Minggu (14/6/2020), jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Malang telah mencapai angka 93, pasien dalam pengawasan (PDP) 288, orang dalam pemantauan (ODP), orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 497 dan orang dengan risiko (ODR) sebanyak 2403.

Kondisi tersebut, menurut Sutiaji, diharapkan menjadi perhatian dalam proses penerimaan mahasiswa baru tahun 2020. Terlebih, menurutnya, kondisi new normal saat ini memang tidak ideal seperti pada tahun-tahun sebelum pandemi COVID-19.

“Kegiatan seleksi penerimaan mahasiswa baru merupakan hal yang penting untuk mendapatkan calon mahasiswa baru yang berkualitas dan memiliki kompetensi dasar yang baik sesuai dengan standar yang ditetapkan,” tandasnya.

Sementara itu, Perwakilan dari Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Prof. Dyah Sawitri menyampaikan bahwa perguruan tinggi swasta juga mempunyai konsep dan komitmen yang sama yakni tidak merugikan masyarakat Kota Malang.

“Untuk rekruitmen mahasiswa baru ada tata cara sendiri di masing-masing kampus, salah satunya adalah online,” ucap Prof Dyah yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Gajayana Malang.

Senada dengan Prof Dyah, Ketua Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan Daerah Kota Malang, Prof. M. Bisri menyampaikan bahwa penerimaan mahasiswa baru dalam kondisi pandemi seperti ini memang sifatnya darurat.

“Memang penerimaan mahasiswa baru itu kalo SMMPTN (Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri) di kelola pusat Jakarta, SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) sifatnya juga dikelola pusat oleh karena itu menghimbau saja dari sini. Atas dasar dari rapat ini, dihimbau pelaksanaannya tidak mendatangkan calon mahasiswa,” ujar Prof Bisri.

“SBMPTN memang dari kantor pusat, tetapi mestinya bisa. Karena kita ini akan menerima mahasiswa baru. Bahkan kalo UB dan UM itu memilih karena yang mendaftar sudah puluhan ribu,” pungkasnya.

Komentar
paper plane