menu
user
URnews

Waspada Potensi Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi 6 Meter di NTT

Eronika Dwi,
12 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Waspada Potensi Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi 6 Meter di NTT
Image: Ilustrasi Gelombang Tinggi. (Foto: Pixabay/PDPhotos)

Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi lebih kurang enam meter yang dipicu siklon tropis Seroja di Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Sejumlah wilayah yang berpotensi terkena dampak salah satunya wilayah NTT. Peringatan dini tersebut berlaku hari ini, Senin (5/4/2021) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (6/4/2021) waktu yang sama. 

"Siklon tropis Seroja di Perairan Kupang menyebabkan tinggi gelombang laut lebih dari enam meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Selatan NTT," kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo, sebagaimana yang dikutip dari ANTARA, Senin (5/4/2021). 

Selain NTT, BMKG juga memprediksi siklon yang berkembang juga menyebabkan gelombang laut dengan ketinggian 4-6 meter berpeluang terjadi di Perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.

Lalu Selat Sunda bagian barat dan selatan,perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Samudra Hindia Selatan Banten hingga Jawa Tengah, perairan Pulau Sawu, perairan Kupang-Pulau Rote dan Laut Sawu.

Sementara itu gelombang dengan ketinggian 2,50-4 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Perairan barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai dan Perairan Bengkulu.

Kemudian Samudra Hindia Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, perairan Selatan Jawa Tengah hingga Pulau Sumba dan Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan. 

Kondisi yang sama, BMKG menyebut, juga berpeluang terjadi di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur hingga NTB, Selat Sunda bagian barat, perairan selatan Flores, Selat Ombai dan laut Flores.

Tak sampai di situ, BMKG pun memprediksikan gelombang dengan ketinggian sedang atau 1,25-2,50 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, perairan timur Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian timur, perairan Kepulauan Kangean, Laut Bali, Laut Sumbawa, Selat Lombok bagian utara.

Ketinggian yang sama juga berpeluang di Selat Makassar bagian selatan, perairan Kepulauan Sabalana hingga Kepulauan Selayar, Teluk Bone bagian selatan, perairan utara Flores, perairan selatan Baubau hingga Wakatobi, laut Banda, perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Letti, perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud.

Serta di perairan Kepulauan Sitaro, perairan Bitung-Likupang, laut Maluku, perairan utara Kepulauan Banggai hingga Kepulauan Sula, perairan utara dan timur Halmahera, laut Halmahera, perairan utara Papua Barat hingga Papua dan Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua.

"Perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap pelayaran dan tetap waspada bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi," ujar Eko. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait