menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Wellshared Fest 2020: Pentingnya Storytelling dalam Sebuah Bisnis

Kintan Lestari,
6 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Wellshared Fest 2020: Pentingnya Storytelling dalam Sebuah Bisnis
Image: Ilustrasi storytelling. (Pixabay)

Jakarta - Urbanreaders pasti pernah dengar kan yang namanya storytelling? Storytelling sendiri bisa dijadikan alat penting untuk marketer dalam menarik customer atau pengguna.

Yap, storytelling adalah adalah teknik menyampaikan cerita. Dalam bisnis sendiri, storytelling merupakan strategi pemasaran untuk mempromosikan produk namun tidak terang-terangan.

Lantas, kalau tidak mempromosikan produk terang-terangan, kenapa penting dalam sebuah bisnis untuk menghadirkan storytelling?

Satriya Gurnitha selaku Founder Maika Collective dan Takun Arrosid selaku Founder Timur membahas hal itu dalam diskusi “Brand Storytelling for Business” di webinar Wellshared Fest 2020.

"Storytelling itu sangat penting karena semua yang dilakukan perlu ada fungsinya. Bukan cuma ada tapi fungsinya nggak ada," kata Takun Arrosid di webinar siang tadi (17/11/2020).

"Brand bukan hanya sekedar kemasan atau, tapi pengaplikasiannya atau emosi dari cerita harus tetap terbangun karena akan jadi arsip perjalanan brand itu. Jadi perlu disampaikan dengan baik, dan pesannya memang harus sampai," lanjutnya lagi. 

Takun menambahkan nantinya storytelling bisa jadi evaluasi juga.

1605602833-wellshared-storytelling.jpgSumber: Founder Maika Collective, Satriya Gurnitha, dan Founder Timur, Takun Arrosid, dalam diskusi “Brand Storytelling for Business” di webinar Wellshared Fest 2020.

Di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, semua bisnis terdampak. Begitu pun dengan creative company yang juga membuat sebuah storytelling ikut berubah.

"Kita dipaksa mengubah semua-muanya. Karena memang fondasi brandnya berubah Di awal pandemi beberapa bisnis menurun usahanya namun bertahan. Nah, itu yang bikin kita harus se-adaptive apa sama situasi yang ada. Jadi ada critical moment nya," jelas Satriya.

Meski demikian Satriya menilai perubahan tersebut tidak buruk karena sebuah cerita tidak happy ending terus.

"Kita butuh gangguan, dan pandemik ini bikin kita ngerasa relevan nggak dengan cerita yang selama ini kita buat. Ibarat tes gitu. Karena nggak semua perjalanan kita ceria terus," paparnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait