menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URamadan

10 Keutamaan Puasa di 10 Hari Pertama Bulan Ramadan

Nivita Saldyni,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
10 Keutamaan Puasa di 10 Hari Pertama Bulan Ramadan
Image: Ilustrasi bulan suci Ramadan (Pixabay/terimakasih0)

JakartaRamadan adalah bulan yang paling dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia. Apalagi bulan Ramadan adalah bulan yang istimewa, di mana pada bulan inilah kitab suci Al-Quran diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.

Hal inilah yang membuat Ramadan menjadi bulan yang penuh berkah. Banyak keistimewaan yang bisa kita dapatkan mulai dari hari pertama hingga hari terakhir Ramadan, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah: 185.

“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya ditunrunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang benar dan yang batil. Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah.” (Al-Baqarah: 185).

Berpuasa di bulan Ramadan sendiri ada tiga fase guys, yaitu 10 hari pertama, 10 hari kedua, dan 10 hari ketiga atau terakhir. Setiap fase tentu punya keutamaan yang berbeda-beda. Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas tuntas tentang keutamaan 10 hari pertama di bulan Ramadan. Kira-kira apa saja ya? Berikut 10 keutamaan 10 hari pertama Ramadan yang sudah Urbanasia rangkum dari berbagai sumber.

1. Terbukanya Pintu Rahmat Seluas-luasnya

1618380031-doa-sitthiphong.jpgSumber: Doa 10 hari pertama Ramadan/Freepik by sitthiphong

Banyak ulama yang mengatakan bahwa 10 hari pertama Ramadan adalah fase terberat. Pasalnya, kita yang biasanya bisa makan dan minum kapan saja, di bulan Ramadan harus menahan diri untuk tidak makan ataupun minum mulai dari subuh hingga maghrib. Meski demikian, ternyata fase terberat ini adalah saat di mana Allah membukakan pintu rahmat seluas-luasnya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasullullah SAW bersabda bahwa awal bulan Ramadan adalah rahmat, pertengahan adalah ampunan, dan akhirnya adalah terbebas dari neraka. Rasul juga berkata bahwa saat awal malam bulan Ramadan, pintu neraka ditutup dan setan dibelenggu.

“Ketika tiba awal malam bulan Ramadan, para setan dan pemimpin-pemimpinnya dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan tidak ada yang dibuka. Pintu-pintu surge dibuka dan tidak ada yang ditutup. Lalu ada penyeru yang berseru,’Hai orang yang mencari kebaikan, teruskanlah. Hai orang yang mencari keburukan, berhentilah. Sesungguhnya Allah membebaskan orang-orang dari neraka dan itu terjadi pada setiap malam’.”

2. Hamba Allah yang Mulia

Dengan dibukanya pintu rahmat seluas-luasnya, maka mereka yang berpuasa di 10 hari pertama ini akan dipandang sebagai hamba yang mulia. Sebab mereka telah menjalankan perintah Allah sejak awal.

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (Al-Baqarah: 183).

Oleh sebab itu, kamu pun harus menjalankan ibadah di 10 hari pertama Ramadan ini secara keseluruhan dengan menjalankan ibadah wajib maupun sunnah agar mendapat kenikmatan sejak awal bulan Ramadan sejak awal puasa.

3. Mendapatkan Keberuntungan

1618304539-doa-salat-dhuha.jpgSumber: Ilustrasi orang berdoa/Freepik by bugphai

Menurut hadis riwayat Tafsir Ibnu Katsir (1/200), berpuasa akan mendatangkan keberuntungan. Mengapa? Sebab puasa adalah salah satu perintah Allah yang terkandung dalam Al-Quran.

“Setiap perintah dalam Al-Quran pasti mengandung kebaikan, kemaslahatan, keberuntungan, manfaat, keindahan, keberkahan. Sedangkan setiap larangan dalam Al-Quran pasti mengandung kebinasaan, kehancuran, keburukan,” bunyi hadis riwayat tersebut.

Jadi dengan menjalankan puasa sejak 10 hari pertama, kita akan mendapatkan keberuntungan, salah satunya berada dalam lindungan Allah SWT dan berada dalam petunjuk-Nya.

4. Membentengi Diri dari Perbuatan Buruk

Dengan menjalankan puasa di 10 hari pertama Ramadan, maka kita telah menjauhkan diri dari hal-hal buruk yang dilarang oleh Allah SWT. Niat yang telah kita teguhkan dari awal puasa membuat kita berusaha mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhkan diri dari maksiat.

Sehingga lewat 10 hari pertama Ramadan, kita bisa membentengi diri dari perbuatan-perbuatan maksiat. Hal ini akan membantu kita menyelesaikan Ramadan hingga akhir dengan baik.

5. Jalan untuk Mendekatkan Diri Sekaligus Mengamalkan Al-Quran

1618380044-Alquran.jpgSumber: Quran/Freepik

Membaca Al-Quran adalah salah satu amalan yang dianjurkan kepada umat muslim selama bulan Ramadan. Dalm QS. Al-Baqarah: 185, Allah SWT berfirman, di antara amal kebajikan yang sangat dianjurkan dilakukan di bulan Ramadan adalah tadarus Al-Quran.

Tadarus sendiri berarti membaca, merenungkan, menelaah, dan memahami wahyu-wahyu Allah yang turun pertama kali pada malam bulan suci Ramadan. Dengan tadarus, kita akan mendapatkan petunjuk menuju jalan kebenaran. Untuk itu, yuk perbanyak baca Al-Quran di bulan Ramadan ini, guys!

6. Kemudahan dalam Menjalankan Puasa di Bulan Ramadan

Allah tak pernah memberatkan hambanya dalam urusan ibadah. Bahkan bagi umat muslim yang ingin mengerjakan ibadah puasa pada 10 hari pertama bulan Ramadan namun terkendala, kamu bisa menggantinya di hari lain dengan tetap mendapat pahala yang sama.

“Pada hari tertentu, maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka wajib mengganti sebanyak hari yang tidak berpuasa itu pada hari lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberikan makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan (membayar fidyah lebih) maka itu lebih baik baginya dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 184).

Untuk itu, bagi kamu umat muslim hendaknya berkomitmen sejak hari pertama bulan Ramadan untuk melaksanakan perintah-Nya. Sebab dengan niat, kamu akan bisa menjalani ibadah di bulan Ramadan dengan lancar.

7. Ketenangan Pikiran

1611112890-Ilustrasi-Memaafkan-Diri-Sendiri.jpgSumber: Ilustrasi Berdamai dengan Diri Sendiri. (istockphoto)

Selama 10 hari berpuasa, tubuh kita mulai beradaptasi. Dalam proses inilah, adaptasi tak hanya dilakukan oleh tubuh namun juga pikiran kita. Pada 10 hari pertama inilah, kita belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Untuk itu, berusahalah lebih sabar dan ikhlas dalam melakukan segala sesuatu. Hal ini akan membantu kita selalu mendekatkan diri kepada Allah. Dengan demikian, bulan Ramadan pun bisa dilalui dengan baik.

8. Melatih Diri untuk Mengerjakan Ibadah Sunnah

Saat bulan Ramadan, umat muslim akan berlomba-lomba berbuat kebaikan. Semua amalan baik yang dianjurkan oleh Allah pun dikerjakan, termasuk amalan sunnah. Seperti misalnya salat dhuha, salat tahajjud, hingga membaca Al-Quran.

Dengan mengerjakan amalan-amalan ibadah sunnah di 10 hari pertama Ramadan, kamu akan melatih dirimu membiasakan diri melakukan ibadah sunnah. Bahkan tak berhenti di bulan Ramadan saja, biasanya amalan baik yang kamu lakukan di bulan Ramadan akan menjadi kebiasaan. Untuk itu, yuk perbanyak kerjakan amalan sunnah di bulan Ramadan!

9. Menebar Kebaikan

1618216118-sedekah-zakat-online.jpegSumber: Ilustrasi sedekah online. Sumber: Humas Baznas

Seperti yang disampaikan di atas bahwa dalam bulan Ramadan umat muslim pasti akan berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala. Sehingga semua akan berlomba-lomba pula mengerjakan amalan-amalan baik dan menebar kebaikan. Apalagi setiap amalan baik tentu akan mendapat balasan kebaikan pula dari Allah.

“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Al-Zalzalah: 7 – 8).

Untuk itu, 10 hari pertama di bulan Ramadan ini alangkah indah jika dijalankan dengan amalan-amalan kebaikan. Sehingga dengan begitu, kita akan bisa merasakan nikmat Ramadan seutuhnya, bahkan setelah Ramadan ini berakhir. 

10. Persiapan Lailatul Qadar

Berpuasa sejak hari 10 pertama Ramadan membuat kita akan merasaka kenikmatan bulan suci ini. Sehingga kita pun menjadi bersemangat dalam beribadan sambil menanti datangnya malam Lailatul Qadar. Mulai dari membaca Al-Quran, berdzikir dan bershalawat, bersedekah, dan amalan baik lainnya telah kita lakukan sejak awal Ramadan.

Semua dilakukan dan menjadi bekal menuju fase terakhir, yaitu terbebasnya dari api neraka. Ini adalah bentuk persiapan diri yang baik untuk menjalani malam Lailatul Qadar guys.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait