beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

12 Siswa SD di Cianjur Positif HIV, KPA: Terpapar dari Orangtuanya

Nivita Saldyni,
2 September 2022 14.05.34 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
12 Siswa SD di Cianjur Positif HIV, KPA: Terpapar dari Orangtuanya
Image: Ilustrasi - positif HIV AIDS. (Freepik)

Cianjur - Akhir bulan lalu Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Cianjur melaporkan terdapat sebanyak 12 siswa SD di wilayahnya yang dinyatakan positif HIV. Mirisnya, kondisi itu dialami anak-anak tersebut karena tertular dari orangtuanya.

"Terdata sebanyak 12 siswa yang tersebar di sejumlah SD di Kabupaten Cianjur. Mereka terpapar dari orang tuanya masing-masing," kata Sekretaris KPA Kabupaten Cianjur Hilman kepada wartawan di Cianjur beberapa waktu lalu.

Hilman menyebut anak-anak ini sudah terpapar sejak lahir yang ditularkan dari orangtuanya. Namun sampai saat ini anak-anak itu tidak tahu mereka Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA).

Belasan siswa SD yang positif HIV ini rata-rata duduk di bangku kelas 5 dan 6. Mereka berusia antara 10 hingga 12 tahun. Data itu didapatkan setelah dilakukan pemeriksaan voluntary counselling and testing (VCT) atau tes sukarela orangtua mereka. 

Hilman menambahkan, anak-anak ini berasal dari keluarga kurang mampu yang tinggal bersama nenek atau kerabat dari orangtuanya. Mereka sebagian besar merupakan anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena AIDS. Namun Hilman memastikan sejauh ini anak-anak tersebut kondisinya sehat.

Lebih lanjut Hilman menjelaskan, kasus ibu rumah tangga alias IRT positif HIV di Cianjur sendiri terbilang cukup tinggi. Rata-rata kasus HIV pada IRT di Cianjur terjadi karena tertular oleh suaminya.

Sementara itu Pengelola Program KPA Kabupaten Cianjur Silmi Kaffah menambahkan, secara umum tren HIV di wilayahnya meningkat selama satu tahun terakhir.

Per Juni 2022, Silmi menyebut kasus HIV di wilayahnya mencapai 119 orang.

“Sepanjang 2021 ada 109 orang. Sekarang baru setengah jalan angkanya sudah mencapai 119 orang dan diprediksi terus naik sampai akhir tahun,” ungkap Silmi.

“Dari besaran angka kasus ini mayoritas penderita berasal dari kalangan lelaki seks lelaki (LSL),” pungkasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait