Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

2 Juta Lebih Dosis Vaksin Pfizer Tiba di RI, Langsung Dikirim ke 10 Provinsi

Kintan Lestari,
23 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
2 Juta Lebih Dosis Vaksin Pfizer Tiba di RI, Langsung Dikirim ke 10 Provinsi
Image: Hampir 1,2 Juta Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia (Kominfo)

Jakarta - Pasokan vaksin COVID-19 Indonesia merek Pfizer kembali bertambah hari ini (11/11/2021). 

Lewat dua tahap sekaligus, yakni tahap ke-118 dan ke-119, Indonesia kedatangan lebih dari dua juta dosis vaksin Pfizer, yang mana tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Soekarno-Hatta.

"Jumlah vaksin Pfizer yang tiba dosis tahap ke-118 dan ke-119 sebanyak 2.293.200. Sehingga secara total vaksin yang telah tiba di tanah air, dari berbagai merek, dalam bentuk bulk atau jadi sebanyak 332.671.550," ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, Kamis (11/11/2021).

Disampaikan Nadia, rencananya vaksin yang baru tiba akan langsung didistribusikan ke 10 provinsi.

Jadi vaksin Pfizer yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta akan dikirim ke Dinkes Sulawesi Tengah, Dinkes Sulawesi Selatan, Dinkes Sumatera Utara, Dinkes Sulawesi Barat, Dinkes Sulawesi Tenggara, Dinkes Sulawesi Utara, Dinkes Maluku, Instalasi Farmasi Maluku, dan Dinkes Jawa Barat. 

Sementara vaksin yang tiba di Bandara Ahmad Yani, Semarang akan dikirim ke Dinkes Jawa Tengah dan DIY.

"Vaksin Pfizer yang datang kali ini segera disebarluaskan ke sejumlah daerah, meliputi Jabar, Jateng, DIY, Sumut, hampir seluruh provinsi di Sulawesi, dan Maluku," ujarnya.

Kedatangan vaksin Pfizer kali ini, dikatakan Nadia, seiring dengan langkah pemerintah meningkatkan capaian vaksinasi di daerah-daerah. 

Saat ini sudah ada 21 ibu kota provinsi sudah mencapai target lebih 70% di bulan November. Untuk itu, pemerintah terus memastikan ketersediaan vaksin untuk dalam negeri di tengah keterbatasan ketersediaan vaksin di level global.

"Jika dibandingkan data kita dengan data global untuk vaksinasi, kita masuk dalam peringkat ke-5 untuk jumlah orang yang mendapatkan vaksinasi minimal 1 dosis dan juga dari jumlah dosis yang diberikan," kata dr. Nadia.

Nadia mengingatkan kalau di beberapa kabupaten/kota kasus COVID-19 kembali naik dalam sepekan terakhir. Sehingga, lanjutnya, perlu peningkatan pengawasan kasus harian, untuk pencegahan agar tidak terjadi kenaikan level situasi pandemi di Indonesia.

"Pemerintah menerjunkan tim khusus memantau dan mengawasi pelaksanaan Prokes COVID-19 di area publik demi mengantisipasi lonjakan kasus dan gelombang tiga. Kesadaran masyarakat pada protokol kesehatan mulai berkurang," tegas dr. Nadia.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait