menu
user

Jakarta - 23 orang di Norwegia meninggal dunia dalam beberapa hari setelah menerima dosis pertama mereka dari vaksin Pfizer COVID-19.

New York Post melaporkan, dari jumlah tersebut, 13 kematian disebabkan oleh efek samping vaksin. 13 orang tersebut berusia di atas 80 tahun.

"Mungkin telah berkontribusi pada hasil yang fatal pada beberapa pasien yang lemah," ujar kepala dokter di Badan Obat Norwegia, Sigurd Hortemo pada Jumat (15/1/2021) kemarin.

Diketahui efek samping yang ditimbulkan pada vaksin Pfizer/BioNTech, yakni demam dan mual.

Lebih dari 30 ribu orang di Norwegia telah menerima suntikan pertama dari vaksin Pfizer atau Moderna Coronavirus sejak akhir Desember lalu.

Sementara itu, Direktur medis agensi Steinar Madsen, menyatakan bahwa pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan dampak vaksin.

"Sgensi tidak khawatir dengan ini. Sangat jelas bahwa vaksin ini memiliki risiko yang sangat sedikit, dengan pengecualian kecil untuk pasien yang paling banyak. Dokter sekarang harus dengan hati-hati mempertimbangkan siapa yang harus divaksinasi. Mereka yang sangat lemah dan pada akhir kehidupan dapat divaksinasi setelah penilaian individu," jelasnya.

Badan itu juga melaporkan bahwa total 29 orang menderita efek samping, termasuk 13 orang yang meninggal. Kemudian 21 wanita dan delapan pria mengalami efek samping.

Selain mereka yang meninggal, ada sembilan orang memiliki efek samping yang serius, yakni reaksi alergi, ketidaknyamanan yang kuat dan demam parah. Sementara tujuh orang tidak memiliki efek samping serius, seperti rasa sakit parah di lokasi injeksi.

Jumlah total kasus Coronavirus yang dilaporkan di Norwegia adalah 58.202 kasus, sedangkan korban meninggal dunia yakni 517 orang.

Komentar
paper plane