Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

2.536 SMA/SMK hingga SLB di Jatim Gelar PTM Terbatas Hari Ini

Nivita Saldyni,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
2.536 SMA/SMK hingga SLB di Jatim Gelar PTM Terbatas Hari Ini
Image: Sejumlah siswa SMKN 7 Surabaya mengikuti PTM terbatas, Senin (30/8/2021). Sumber: Instagram @khofifah.ip

Surabaya - Pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas dan bertahap untuk jenjang SMA/SMK dan SLB di Jatim mulai digelar hari ini, Senin (30/8/2021). Tercatat, ada 20 kabupaten/kota di Jatim dengan level 2 dan 3 yang menyelenggarakan PTM terbatas.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dari 20 kabupaten/kota tersebut ada 2.536 SMA/SMK hingga SLB yang menyelenggarakan PTM terbatas itu. Sementara untuk jumlah siswa sendiri, ada sekitar 696 ribu siswa yang masuk di hari pertama.

"Kita memulai pembelajaran tatap muka di 2.536 unit pendidikan SMA/SMK dan SLB. Ada 696 ribu sekian siswa SMA/SMK dan SLB yang masuk hari ini secara terbatas, bertahap," kata Khofifah saat meninjau PTM terbatas di SMK Negeri 7 Surabaya, Senin (30/8/2021).

Khofifah menjelaskan penyelenggaraan PTM terbatas di Jatim sesuai SOP dan Inmendagri No. 35 Tahun 2021. Sehingga protokol kesehatan wajib diterapkan, mulai dari pengecekan suhu, mencuci tangan menggunakan sabun dan, hingga wajib pakai masker saat hendak masuk area sekolah.

Selain itu, PTM hanya digelar dua kali seminggu dengan berkapasitas 50 persen setiap kelasnya. Sekolah pun hanya diperbolehkan memberikan maksimal empat jam pelajaran dengan masing-masing 30 menit.

Nah meski PTM mulai dilaksanakan, namun hybrid learning masih berjalan. Sehingga siswa yang tak hadir ke sekolah akan tetap mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah. 

"Jadi dimulainya PTM tetap pola pembelajaran kita masih hybrid. Jadi jika ada kebutuhan yang perlu disupport dan dilengkapi, bisa dimusyawarahkan. Terlebih kita masih melakukan ini secara bertahap, jadi sambil mengukur kapasitas kita sendiri," pungkasnya.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait