menu
user
URstyle

3 Jenis Kanker yang Rentan Menyerang Perempuan

Kintan Lestari,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
3 Jenis Kanker yang Rentan Menyerang Perempuan
Image: Ilustrasi pasien kanker. (Freepik/rido81)

Jakarta - Kanker masih jadi salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia. 

Menurut data GLOBOCAN 2020, estimasi kejadian kanker di Indonesia pada 2020 mencapai 396.914 kasus baru dan sebanyak 234.511 kematian akibat kanker.

Kanker sendiri disebabkan beberapa faktor, dan faktor paling dominan adalah gaya hidup. Sementara faktor genetik hanya menyumbang 5% sampai 10% saja sebagai pemicu kanker.

Di Indonesia, ada 3 kanker yang rentan menyerang perempuan. Itu adalah kanker payudara, kanker serviks, dan kanker kolorektal. 

- Kanker Payudara

1614083251-kanker-payudara.jpgSumber: Ilustrasi kanker payudara. (Freepik/ spukkato)

Dari data GLOBOCAN 2020, di Indonesia terdapat 65.858 kasus baru kanker payudara, dengan jumlah kematian akibat kanker payudara sebanyak 22.430 kasus.

Maka dari itu, Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Konsultan Hematologi Onkologi Medis, dr. Nadia Ayu Mulansari, menyatakan pentingnya para wanita untuk melakukan SADARI (periksa payudara sendiri).

“Kebanyakan pasien kanker datang pada stadium lanjut, padahal jika kanker dideteksi dini maka tingkat kesembuhannya akan semakin tinggi. Untuk itu, masyarakat, termasuk generasi milenial perlu mengetahui cara mendeteksi dini. Misalnya, untuk deteksi dini kanker payudara, bisa melakukan SADARI (periksa payudara sendiri) serta tes USG atau tes mammografi, dan kanker leher rahim dengan tes papsmear," ujar dr. Nadia dalam webinar ‘Milenials Care for Cancer: Peduli & Cegah Kanker Sejak Dini’ siang tadi, Selasa (23/2/2021).

Wanita perlu waspada bila merasakan sesuatu tak biasa pada payudara, misalnya terdapat benjolan pada bagian dalam  bagian dalam payudara (bisa menempel atau tidak), payudara tidak bergerak, keluar cairan dari puting payudara, hingga terjadi hal yang tidak biasa pada kulit payudara, seperti ruam, kulit payudara tertarik dan bersisik, baik pada area sekitar payudara atau pada puting.

Untuk meminimalisir risiko kanker payudara, dr. Nadia mengingatkan pentingnya pola hidup sehat.

"Lebih penting lagi adalah mencegah terjadinya kanker sejak usia muda dengan pola hidup sehat, tidak makan-makanan yang diolah, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, dan berolahraga secara teratur," terangnya lagi.

- Kanker Serviks

1614083299-kanker-serviks.jpgSumber: Ilustrasi penderita kanker serviks. (Freepik/chajamp)

Data Globocan 2020 menunjukkan di Indonesia ditemukan 36.633 kasus baru kanker serviks dengan jumlah kematian sebanyak 21.003 kasus. 

Kanker serviks sendiri menempati peringkat kanker tertinggi kedua pada perempuan di Indonesia. Kanker ini diakibatkan virus human papilloma virus (HPV).

Namun penderita kanker ini tidak langsung tiba-tiba terserang kanker serviks. Pasalnya kanker ini melalui tahapan-tahapan yang memakan waktu 10 hingga 20 tahun sejak individu tersebut terkena virus HPV. 

Maka dari itu, Nadia juga menekankan pentingnya para perempuan untuk melakukan deteksi dini.

"Dalam kurun waktu tersebut, setiap perempuan perlu melakukan deteksi dini, jika kelainan ditemukan pada tahap lesi prakanker, pengobatan mudah dan efektif. Dengan demikian tidak akan sampai terjadi kanker serviks, maka  ancaman kematian yang disebabkan kanker serviks dapat dicegah. Upaya pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan IVA atau PAP Smear dan atau HPV test," jelas Nadia.

- Kanker Kolorektal

1614083201-kanker-kolorektal.jpgSumber: Kanker kolorektal. (Freepik/stokkurs)

Berdasarkan data GLOBOCAN 2020, angka kejadian kanker kolorektal di Indonesia tahun 2020 mencapai 34.189 kasus.

Kanker ini umumnya menyerang lansia berusia 50 tahun ke atas. Namun seperti dua kanker sebelumnya, kanker kolorektal juga tidak datang tiba-tiba. Gaya hidup sangat mempengaruhi potensi terjadinya kanker satu ini. 

Itu sebabnya dokter Spesialis Penyakit Dalam ini mengingatkan agar para perempuan, terutama generasi milenial, menerapkan pola hidup sehat dengan mengurangi asupan karbohidrat, gula, maupun lemak, perbanyak sayur dan buah, lalu tidak merokok, dan tak lupa berolahraga.

Dr. Nadia juga menambahkan bahwa skrining kanker kolorektal dapat menyelamatkan jiwa lewat deteksi dini prakanker, sehingga kanker dapat disembuhkan. Deteksi dini dapat dilakukan dengan pemeriksaan feses darah samar.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait