Hot News

Jakarta - Tercatat lebih dari 53.000 sekolah di Indonesia telah ditutup di masa pandemi COVID-19 guna menekan penyebaran virus.

Nah, walaupun aktivitas belajar mengajar di sekolah secara langsung kini tengah dihentikan sementara, namun proses belajar mengajar masih terus berlangsung di mana teknologi informasi dan komunikasi menjadi sarana utama untuk melangsungkan proses belajar mengajar di rumah.

Kondisi proses belajar mengajar yang sekarang tengah diterapkan ini mendorong kehadiran teknologi dalam dunia pendidikan atau yang dikenal dengan istilah EduTech semakin merata di Indonesia.

Penggunaan EduTech ini pun akhirnya memiliki peranan teknologi yang semakin tinggi selama proses belajar mengajar masih dilakukan dari rumah dengan menggunakan beberapa alat teknologi seperti seperti internet, ponsel pintar, aplikasi dan laptop.

Well, melihat adanya pergeseran budaya terutama budaya dalam sistem belajar ini membuat Grant Thornton Indonesia menyampaikan bahwa anak-anak yang menggunakan layanan EduTech harus diikuti dengan adanya peran orang tua.

Johanna Gani, Managing Partner Grant Thornton Indonesia menjelaskan bahwa teknologi yang kerap digunakan dalam proses belajar mengajar ini ternyata mampu memberikan dampak negatif serta menurunkan semangat menuntut ilmu karena tingginya distraksi saat anak belajar jika tidak diiringi dengan peran orang tua, Urbanreaders.

“Untuk itulah diperlukan peran orang tua yang lebih besar lagi dalam mengimbangi kecepatan perkembangan teknologi dan memaksimalkannya untuk membantu kreatifitas dan efektifitas proses  belajar bagi generasi penerus bangsa, sehingga mampu melewati masa sulit yang terjadi saat ini dengan tetap memiliki semangat belajar yang tinggi untuk berbagai ilmu yang bermanfaat,” ujar Johanna.

Nah, untuk mengetahui apa saja peran orang tua, berikut Johanna menjelaskan 3 peran tambahan yang penting diketahui orang tua dalam memanfaatkan teknologi untuk pendidikan anak-anak mereka.

Sediakan waktu ekstra saat mendampingi anak belajar

1600863886-orangtua-anak-pixabay.pngIlustrasi. (Pixabay)

Absennya sosok guru dalam tatap muka di sekolah kini digantikan oleh sosok orang tua di rumah. Diyakini kehadiran orang tua saat masa pembelajaran jarak jauh mengembalikan peranan dan tanggungjawab utama orangtua di dalam pendidikan anak-anaknya disamping dapat membantu meningkatkan semangat belajar anak.

Orang tua juga sebaiknya mengambil peranan lebih dalam membantu menjelaskan materi yang belum dipahami anak. Hal ini akan dapat menjembatani keterbatasan bertanya langsung pada guru saat pembelajaran secara daring.

Kenali teknologi lebih jauh

1596102703-belajaronlinepixabay.jpgIlustrasi orang tua dan anak belajar online. (Pixabay/finelightarts)

Banyaknya program maupun aplikasi untuk menyelenggarakan sesi pembelajaran jarak jauh yang interaktif seperti Zoom, G-Suite for Education hingga Microsoft for Education tentunya membutuhkan pemahaman lebih dari orang tua demi memastikan anak-anak mereka nyaman dalam menimba ilmu dengan cara yang relatif baru.

Melimpahnya pilihan startup EduTech sebagai tambahan opsi bagi anak untuk belajar lebih optimal juga tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dalam memilih startup EduTech mana yang paling sesuai bagi anak mereka baik dari sisi fitur, harga maupun materi pendidikan yang ditawarkan.

Asah keterampilan bersama anak

1600864073-ilustrasi-anak-belajar.pngIlustrasi. (pexels.com)

Belajar di rumah secara daring memiliki implikasi hilangnya kegiatan tambahan yang biasanya didapatkan di sekolah secara fisik. Mulai dari kegiatan ekstrakurikuler, hingga kegiatan bermain dengan teman sebaya menjadi sulit untuk dilakukan.

Di sini peran orang tua untuk merangsang kreatifitas anak menjadi sangat dibutuhkan untuk mencegah kebosanan pada anak saat di rumah saja. Orang tua bisa melakukan kegiatan tambahan yang kreatif dan positif disela-sela belajar untuk mempertajam rasa ingin tahu dari anak.

Komentar

Loading ..