URedu

3 Tokoh Perempuan Penting di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda

Nivita Saldyni, Jumat, 28 Oktober 2022 11.54 | Waktu baca 3 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
3 Tokoh Perempuan Penting di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda
Image: Sejumlah tokoh perempuan hadir dalam Kongres Pemuda (Foto: Museum Sumpah Pemuda)

Jakarta - Pada 28 Oktober 94 tahun silam, pemuda-pemuda Indonesia tengah berkumpul dalam Kongres Pemuda II dan mengikrarkan sebuah sumpah yang dikenal dengan Sumpah Pemuda. Sejak hari itu, setiap tahunnya di Indonesia tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda punya peran penting dalam sejarah bangsa ini. Sumpah Pemuda lah yang mampu mempersatukan dan jadi tonggak yang mengantarkan kita meraih kemerdekaan. 

Namun tahukah Urbanreaders kalau ada sosok perempuan-perempuan luar biasa di balik Sumpah Pemuda? Dilansir dari kanal YouTube Komnas Perempuan, ternyata ada 10 perempuan yang hadir dalam kongres tersebut. Diantara mereka, ada tiga tokoh yang berkesempatan menyampaikan pidato. 

Penasaran siapa saja mereka dan apa perannya? Berikut Urbanasia rangkum tiga perempuan penting di balik lahirnya Sumpah Pemuda untuk kamu! 

1. Poernomowoelan

Poernomowoelan adalah salah satu perwakilan pemuda Taman Siswa dan berprofesi sebagai guru. Ia diberi kesempatan untuk jadi salah satu pembicara di mimbar Kongres Pemuda II, Guys. 

Dalam buku 'Wage Rudolf Supratman' yang ditulis Bambang Sularto (1985) disebutkan, Poernomowoelan adalah orang pertama yang menyampaikan pidato di balik mimbar di Gedung Oost-Java Bioscoop hari itu. Menurut catatan WR Supratman, perempuan yang berpengaruh dalam pembinaan angkatan muda di bidang pendidikan itu menyatakan, usaha mencerdaskan bangsa haruslah disertai dengan usaha untuk menciptakan suasana tertib dan disiplin dalam pendidikan.

Poernomowoelan juga yang disebut sempat menyampaikan harus ada keseimbangan antara pendidikan anak di sekolah dan di rumah. Maksudnya di kedua tempat itu anak harus sama-sama mendapatkan pendidikan yang baik. 

2. Siti Soendari

Perempuan lain yang turut ambil bagian dalam Kongres Pemuda II adalah adik dari Dr Soetomo, Siti Soendari. Ia adalah sosok di balik lahirnya Wanita Sworo, majalah berbahasa dan aksara Jawa yang terbit di Pacitan pada 1912.

Dilansir dari laman Museum Sumpah Pemuda, Mardanas Safwan (1993) dalam buku 'Peranan Gedung Kramat Raya 106 dalam Melahirkan Sumpah Pemuda' menuliskan, Soendari adalah satu dari sekian banyak pembicara yang menyampaikan pendapatnya dalam hari pertama Kongres Pemuda II di tanggal 27 Oktober 1928.

Dalam pidatonya, Soendari menilai penanaman perasaan cinta tanah air, terutama di kalangan wanita harus dilakukan sejak dari kecil. Menurutnya, dengan dididiknya kaum wanita maka mereka akan mempunyai kemauan dan turut secara aktif sehingga mampu menyokong pergerakan untuk kemuliaan negeri ini. 

3. Emma Poeradiredja

Terakhir adalah Emma Poeradiredja, anggota Jong Java dari Jawa Barat yang merupakan perintis Istri Pasundan. Ia juga merupakan salah satu anggota aktif di organisasi Jong Islamieten Bond (JIB). 

Emma juga tercatat sebagai salah satu tokoh perempuan yang hadir dalam Kongres Pemuda II, Urbanreaders. Dalam kesempatan itu, Emma dapat kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya soal kemajuan perempuan dan pendidikan. Ia juga menyampaikan agar peran perempuan tidak hanya terlihat dalam pembicaraan pergerakan, namun juga dengan perbuatan.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait