menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

4 Tips Memulai Bisnis Kopi ala Rinaldi Nurpratama

Nivita Saldyni,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
4 Tips Memulai Bisnis Kopi ala Rinaldi Nurpratama
Image: Salah satu gerai Dua Coffee. Instagram @duacoffee

Jakarta – Beberapa tahun belakang ini, pertumbuhan kedai kopi dan bisnis minuman kopi di Indonesia tampak meningkat. Minat masyarakat terhadap kopi yang cukup pesat jadi salah satu alasan menjamurnya kedai kopi maupun brand-brand kopi lokal saat ini.

Tak heran banyak orang yang mulai tertarik untuk terjun ke bisnis kopi. Sayangnya ada banyak yang tak bisa bertahan lama dan harus tutup di tengah jalan, apalagi di tengah kondisi pandemi yang berdampak ke berbagai sektor seperti sekarang ini. Hal ini pun akhirnya jadi salah satu pertimbangan besar bagi para pemain baru yang ingin masuk ke bisnis minuman kopi.

Menanggapi hal tersebut, Co-Founder Dua Coffee, Rinaldi Nurpratama, mengatakan bahwa sebenarnya tak ada waktu yang salah untuk memulai bisnis. Menurutnya semua tergantung dari persiapan.

“Menurut saya pribadi untuk memulai bisnis itu gak pernah ada kata ‘waktu yang salah’ menurut saya, cuma bagaimana persiapannya aja,” kata pria yang akrab disapa Aldi ini dalam URwealth ‘Survive Kelola Bisnis Kopi di Tengah Pandemi’, Rabu (14/4/2021).

Nah persiapan seperti apa sih yang dimaksud oleh Aldi? Untuk tahu jawabannya, yuk simak tips memulai bisnis kopi ala Rinaldi Nurpratama, Co-Founder Dua Coffee berikut ini.

1. Rencanakan bisnis dengan matang

Tips pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan rencana bisnis (business plan) dengan matang. Menurut Aldi hal ini penting, apalagi jika kamu ingin membuka bisnis di era pandemi seperti sekarang ini.

“Kalau dari aku satu, business plan harus matang sekali apalagi mengingat di masa pandemi seperti ini, dari sisi mau kopi apa yang kita suguhkan, alat apa yang akan kita pakai, branding apa yang akan kita kedepankan itu semua harus diperhitungkan secara matang,” kata Aldi.

Mengapa business plan menjadi penting? Di masa pandemi sekarang ini, penjualan di berbagai bidang sangat menurun, termasuk bisnis kopi. Belum lagi, dari pengalaman Aldi pada 2020 lalu, peraturan pemerintah yang seringkali berubah dalam penanganan pandemi COVID-19 mau tak mau harus membuat kamu jeli membaca pasar. Sehingga inovasi harus selalu dilakukan.

“Mungkin tahu lalu jadi tahun inovasi teman-teman di coffee shop dan juga F&B pada umumnya,” pungkasnya.

2. Jangan Takut Memulai

Setelah persiapan sudah matang, hal selanjutnya adalah segera memulai. Menurut Aldi, daripada menunda-nunda, ada baiknya untuk segera memulai.

“Jangan pernah takut memulai bisnis karena kalau ‘besok, besok’ terus justru tidak akan pernah terjadi. Jadi saat kalian preparation-nya sudah oke, go for it! Jangan nunggu,” kata Aldi.

Apalagi menurut Aldi bisnis kopi tak harus dimulai hanya kalau punya modal besar. Sebab sekarang bisnis kopi bisa dilakukan dengan beragam cara.

“Sebenernya itu balik lagi ke business plan-nya, mau dikejarnya mau bikin coffee shop seperti apa,” kata Aldi.

“Jadi tergantung, kalau mau bikin gerobak mungkin bisa di Rp 10 – 15 juta, terus nanti peralatan kopinya ya tergantung kalian mau punya grinder seperti apa. Tapi mungkin kalau hanya gerobak, Rp 20 juta itu cukup,” lanjutnya.

3. Jangan Pernah Sebut Ini Bisnis Sampingan

Percayakah kamu kalau kata-kata adalah doa? Yap, begitu pula dengan berbisnis. Menurut Aldi, jika kamu ingin serius ke bisnis ini maka jangan pernah mengatakan bahwa ini adalah bisnis sampingan.

“Jangan pernah menjadikan bisnis itu adalah hal sampingan. Di saat kalian menyebut bisnis ini adalah bisnis sampingan, itu akan selalu jadi bisnis sampingan,” tegasnya.

4. Tiga Hal Penting untuk yang Ingin Membuka Bisnis Bersama

Nah untuk kamu yang mau joinan bareng orang lain, menurut Aldi tips agar bisnis berjalan dengan harmonis adalah ingat tujuan memulai bisnis tersebut. Hal ini akan menjadikan pihak-pihak yang terlibat sadar jika mulai terlihat hal-hal yang menyimpang.

“Selalu saat hal-hal seperti itu terbersit harus selalu diingat bagaimana kita memulainya, apa tujuan awal kita memulainya. Di saat misalkan saya yang jauh dari track, saya harus mengingat lagi stand-nya Dua ini di mana. Kalau partner saya di luar track, mereka juga harus diingatkan juga bahwa kita mendirikan ini tuh untuk ini loh. Jadi harus selalu ingat memulai ini itu untuk apa,” kata Aldi.

Tak ketinggalan yang penting lainnya adalah komunikasi. Dengan komunikasi yang terjaga dengan baik, maka menurutnya keharmonisan akan terus terjaga. Terakhir, harus ada hitam di atas putih alias perjanjian yang sah nih, guys.

“Tentu itu (hitam di atas putih) juga paling penting, cuma mungkin di Indonesia hal itu tidak common terjadi. Itu pun sesuatu hal yang belakangan baru kami lakukan karena itu hal yang tabu untuk hal yang tabu membicarakannya. Tapi saat itu sudah ada kami tahu porsinya masing-masing sehingga kalau mau melakukan ‘aneh-aneh’ kita main by legal,” tutupnya.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait