beautydoozy skinner
urbanasia skinner
Beautydoozy

5 Dampak Negatif Orangtua Terlalu Protektif ke Anak

Izzah Putri Jurianto,
9 November 2022 11.52.39 | Waktu baca 3 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
5 Dampak Negatif Orangtua Terlalu Protektif ke Anak
Image: Ilustrasi anak menyendiri (Pexels/Pixabay)

Jakarta – Orangtua punya peranan besar dalam melindungi anak semasa hidupnya. Namun, terkadang ada yang bersikap terlalu protektif bahkan mengekang anak-anaknya hingga mereka tak punya kebebasan untuk bertindak.

Padahal, anak juga manusia yang butuh space dan kesempatan untuk mengembangkan dirinya sendiri. Lantas, kira-kira apa dampak negatif yang bisa terjadi jika orangtua bersikap overprotektif? Baca informasi selengkapnya di bawah ini, ya.

1. Mudah Cemas

1667969133-Ilustrasi-Anak-Cemas.jpegSumber: Ilustrasi anak-anak (Pexels/monstera)

Tumbuh dengan orangtua yang overprotektif sering kali membuat anak lebih mudah merasa cemas. Kecemasan ini bisa datang karena berbagai hal, bahkan hal-hal sepele sekali pun.

Perasaan mudah cemas ini disebabkan karena metode pengasuhan yang dilakukan orangtua dengan cara menekan atau bahkan mengancam. Walau tujuannya untuk melindungi, tapi menjadi overprotektif tidak baik untuk perkembangan anak.

2. Phobia Sosial

1667969230-Ilustrasi-Anak-Takut-Gagal.jpegSumber: Ilustrasi anak-anak (Pexels/brothersphoto)

Banyak anak yang memiliki persepsi bahwa orangtua yang overprotektif bermaksud menyampaikan bahwa dunia ini berbahaya untuk mereka. Alhasil, persepsi ini tertanam di benak anak.

Padahal, masa anak-anak adalah waktu yang bagus bagi anak untuk bermain bersama teman-temannya untuk membangun skill komunikasinya. Alih-alih bebas mengeksplor dunia, mereka justru dihadapkan rasa takut akan dunia karena orangtua yang terlalu protektif.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait