menu
user
URedu

5 Jenis Ghosting saat Rekrutmen Kerja, Apa Aja Sih?

Shelly Lisdya,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
5 Jenis Ghosting saat Rekrutmen Kerja, Apa Aja Sih?
Image: ilustrasi. (Freepik/yanalya)

Jakarta - Kita pasti udah nggak asing lagi kan dengan istilah ghosting, atau dalam bahasa Indonesia memiliki arti menghilang.

Nah, ternyata ghosting nggak hanya terjadi dalam hubungan percintaan saja loh guys. Ya, ghosting bisa saja terjadi dalam dunia kerja. 

Kandidat pelamar kerja melakukan ghosting, dan ini acap kali menjadi masalah serius ketika proses rekrutmen dan banyak dikeluhkan oleh HR perusahaan. 

Ghosting dalam dunia kerja, dapat diartikan sebagai perilaku kandidat pelamar berhenti dari proses rekrutmen tanpa memberikan informasi jelas, pun memutus komunikasi dengan rekruter penerima kerja. 

Apa aja sih jenis ghosting perekrutan kerja? Berikut lima jenis ghosting yang dibagikan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) yang telah dikutip Urbanasia dari akun Twitter @KemnakerRI pada Rabu (10/3/2021):

1. Keluar dari proses rekrutmen tanpa kabar

Proses rekrutmen yang terlalu lama ini lah yang membuat pelamar kerja untuk memutuskan pergi dan mencari pekerjaan lain. 

2. Tidak menghadiri wawancara

Sistem perekrutan atau SOP perusahaan terkadang tidak sesuai dengan yang diinginkan pelamar kerja. Ketika panggilan wawancara, kandidat pun memilih ghosting.

3. Sudah menerima tawaran kerja, namun tidak membalas

Pelamar kerja sudah menerima tawaran kerja, namun karena tidak sreg, mereka pun kemudian menghilang.

4. Tidak datang saat mau tanda tangan perjanjian kerja

Saat proses rekrutmen dan akan tanda tangan perjanjian, ada sebagian kandidat yang tiba-tiba menghilang. Ada beberapa alasan, seperti misalnya mereka memilih kerja di perusahaan lain karena benefit yang lebih tinggi. 

5. Tidak muncul di kantor saat hari pertama kerja

Kandidat bisa saja meninggalkan perusahaan secara tiba-tiba setelah wawancara atau membaca tawaran kerja dengan uraian tugas yang tidak realistis. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait