Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

5 Juta Dosis Vaksin Tahap Ke-41 Segera Didistribusi ke Seluruh Provinsi

Dyta Nabilah,
2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
5 Juta Dosis Vaksin Tahap Ke-41 Segera Didistribusi ke Seluruh Provinsi
Image: Lima Juta Vaksin Sinovac Datang. Sumber: Taofiq Rauf/InfoPublik/Kominfo

Jakarta - Indonesia kembali kedatangan vaksin CoronaVac dari Sinovac sebanyak 5 juta dosis. Kedatangan tahap ke-41 ini merupakan vaksin jadi atau finish product.

Sekretaris Perusahaan sekaligus Juru Bicara COVID-19 Bio Farma, Bambang Heriyanto, mengatakan bahwa akan ada 25 juta dosis vaksin Sinovac hingga akhir Agustus nanti.

“Bio Farma kembali menerima vaksin COVID-19, dari Sinovac, AstraZeneca bantuan Kerajaan Belanda dan AstraZeneca bilateral dalam bentuk finish product. Dari Sinovac sebanyak lima juta dosis, dan dari AstraZeneca baik dari bantuan Pemerintah Belanda maupun bilateral, masing-masing sebanyak 450 ribu dosis dan 567 ribu dosis," ujar Bambang dikutip dari rilis pers pada Jumat (20/8/2021).

Sebelumnya, Bio Farma sudah menerima vaksin Sinovac pada tanggal 13 Agustus dan 16 Agustus lalu dengan total 10 juta dosis. Sehingga, Bio Farma masih menunggu 10 juta dosis lagi yang akan dikirimkan.

“Kedatangan berikutnya direncanakan pada tanggal 23 Agustus 2021 dan 27 Agustus 2021, masing-masing sebanyak lima juta dosis, sehingga sampai akhir Agustus 2021 ini akan lengkap terkirim ke Bio Farma sebanyak 25 juta dosis," lanjut Bambang.

Hingga saat ini, jumlah vaksin COVID-19 yang terdistribusi sebanyak 111,84 juta dosis. Jenisnya pun beragam yakni CoronaVac, COVID-19 Bio Farma, AstraZeneca, Moderna. 

Bambang menerangkan bahwa vaksin-vaksin yang diterima akan didistribusikan ke 34 provinsi di Indonesia setelah melewati masa karantina dan proses sampling dan mendapatkan lot release dari BPOM. 

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah menargetkan vaksinasi terhadap lebih 200 juta rakyat Indonesia hingga akhir tahun ini.

"Jika masing-masing vaksinasi membutuhkan 2 dosis, maka dibutuhkan sekitar 400 juta dosis vaksin," ujar Menkes Budi.

Maka dari itu itu, pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan vaksin. Selain vaksin yang sudah terdistribusi lebih dahulu, Vaksin Pfizer dengan merek COMIRNATY juga telah memperoleh Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM pada 14 Juli 2021. Maka dari itu, Pfizer sudah bisa disuntikkan kepada masyarakat.

“Ada 4 vaksin yang kita lakukan pembelian langsung, yaitu Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavax. Dari 4 merek vaksin ini, 3 diantaranya telah mengirimkan vaksinnya. Sinovac sejak Januari lalu, kemudian AstraZeneca dan Pfizer mulai dikirimkan pada bulan Agustus ini. Diharapkan, hingga akhir tahun ini, kita mendapatkan 50 juta dosis Pfizer dan 20 hingga 30 juta dosis AstraZeneca dari skema pembelian langsung,” jelas Menkes Budi.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait