beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtech

5 Tips Hadapi Cyberbullying pada Anak

Griska Laras,
23 November 2022 18.49.34 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
5 Tips Hadapi Cyberbullying pada Anak
Image: Tips bantu anak hadapi cyberbullying

Jakarta – Kasus perundungan siber (cyberbullying) makin banyak terjadi di Indonesia. Jenisnya pun bermacam-macam, dari flaming hingga cyberstalking. 

Flaming merupakan pertengkaran berujung ancaman yang dikirim lewat pesan elektronik, sedangkan cyberstalking adalah kegiatan memata-matai dan mengganggu seseorang melalui jaringan internet untuk tujuan mengintimidasi. 

Lead Web Content Analyst Kaspersky, Andrey Sideko, menjelaskan cyberbullying merupakan masalah yang kompleks. Siapapun bisa menjadi korban cyberbullying, tetapi anak-anak dan remaja menjadi kelompok yang paling rentan. 

Sayangnya saat mengalami cyberbullying, anak-anak enggan memberi tahu apa yang mereka alami kepada orang tua. Maka dari itu, orang tua harus lebih cermat memperhatikan perubahan perilaku pada anak. 

“Cyberbullying adalah masalah yang sangat kompleks dan serius, yang sangat mungkin dialami siapapun. Membangun hubungan saling percaya dengan anak akan membantu orang tua waspada jika buah hati mengalami perundungan,” kata Andrey. 

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak menghadapi cyberbullying.  

1. Jangan Merespons
Bereaksi dengan kata-kata ofensif yang dikatakan pelaku hanya akan memperburuk situasi. Mengabaikan mereka adalah cara yang tepat untuk melindungi anak dari jurang klarifikasi, hinaan, dan sejenisnya. 

2. Blokir Agresor 
Blokir agresor ketika aksi cyberbullying sudah melewati batas. Banyak situs web dan semua jejaring sosial yang dapat menambahkan pengguna ke daftar hitam. Jika perlu hubungi administrator situs dengan permintaan untuk memblokir perundung. 

3. Kumpulkan Bukti 
Jika ingin membawa kasus ke jalur hukum, orang tua perlu mengumpulkan bukti-bukti yang kuat. Bukti yang dimaksud bisa berupa tangkapan layar hingga audio rekaman.  

4. Hapus Akun 
Meninggalkan media sosial selama beberapa waktu mungkin dapat membantu anak terhindar dari konflik yang tidak perlu dan lebih fokus pada diri sendiri. 

5. Berteman dengan Anak di Media Sosial 

Alih-alih menjauhkan anak dari ruang virtual, bertemanlah dengan anak di media sosial. Dengan begitu, orang tua bisa memantau apa yang diunggah anak, pengikut media sosial, hingga interaksi mereka di dunia maya. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait