Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URstyle

5 Tips Mandi yang Benar untuk Hindari Kulit Kering

Itha Prabandhani,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
5 Tips Mandi yang Benar untuk Hindari Kulit Kering
Image: Ilustrasi mandi. (Freepik/torwalphoto)

Jakarta - Urbanreaders tahu nggak sih bahwa penyebab kulit kering salah satunya adalah karena kebiasaan dan cara kamu mandi? 

Yap, mungkin tampaknya sepele, tapi cara mandi yang kurang tepat juga dapat membuat kelembapan alami kulitmu hilang. Akibatnya, kulit pun tampak kusam, kasar, pecah-pecah, hingga mengalami masalah kulit seperti eksim.

Terus, gimana caranya agar rutinitas mandimu nggak merusak kelembapan kulit? Yuk, simak sederet tips yang dilansir dari Live Strong berikut ini!

1. Batasi Penggunaan Air Panas

1614048784-mandi-air-panas---freepik-torwal-studio.jpgSumber: Ilustrasi mandi air panas. (Freepik: Torwal Studio)

Mandi menggunakan air panas memang bikin badan terasa rileks dan nyaman banget. Tapi, mandi air panas juga punya efek samping buat kulit kamu. Menurut Dr. Joshua Zeichner, seorang dermatolog, saat kulitmu terlalu sering terpapar air panas saat mandi, skin barrier yang kamu miliki bisa menipis atau bahkan rusak. 

Selain itu, air panas juga akan melarutkan minyak alami dari kulit saat kamu pakai sabun. Akibatnya, kelembapan alami dalam kulit akan berangsur hilang. Lebih lanjut, Dr. Zeichner menyarankan bahwa suhu air yang digunakan untuk mandi, maksimal adalah 30 derajat Celcius.

2. Jangan Mandi Kelamaan

1598266104-pixabay-mandi.jpgSumber: Ilustrasi mandi. (Pixabay/StockSnap)

Durasi waktu kamu mandi juga ikut berpengaruh pada kondisi kulit loh. Makin lama kamu mandi, maka makin besar risiko kulitmu akan menjadi kering. Sebaiknya, durasi mandi tidak lebih dari 15 menit.

3. Pilih Sabun Mandi yang Melembapkan

1628039059-mandi---freepik-yanalya.jpgSumber: Ilustrasi mandi. (Freepik/yanalya)

Pemilihan sabun mandi yang tepat juga akan berpengaruh pada kesehatan kulit kamu. Jadi, jangan cuma pilih yang harum aja, ya? Sabun mandi yang disarankan adalah yang mengandung pelembap dan dapat menjaga pH alami kulit.

Memilih sabun mandi yang tepat akan menjaga kulit dari kekeringan dan iritasi. Hindari sabun yang mengandung alkohol dan surfaktan. Surfaktan adalah zat kimia yang akan membentuk busa dan biasanya digunakan dalam shampo, deterjen, maupun sabun cuci piring. 

Surfaktan akan melarutkan minyak dengan air, sehingga minyak alami kulit akan ikut terangkat. Contoh surfaktan yang umum digunakan antara lain adalah SLS (sodium lauryl sulfate) dan SLES (sodium lauryl ether sulfate).

Sebaliknya, pilih sabun mandi dengan kandungan pelembap alami seperti glycerin, hyaluronic acid, dan ceramides untuk membantu menjaga kelembapan alaminya.

4. Hindari Menggosok Kulit dengan Handuk

1628039045-mandi--freepik-jcomp.jpgSumber: Ilustrasi sehabis mandi. (Freepik/jcomp)

Beberapa orang memiliki kebiasaan mengeringkan tubuh dengan cara menggosok-gosokkan handuk. Nah, cara seperti ini bisa merusak skin barrier, sekaligus rentan bikin kulit kamu iritasi. 

Untuk mengeringkan tubuh, gunakan handuk bersih dan tepuk-tepukkan dengan lembut ke seluruh tubuh. Cara lain, kamu bisa ‘membungkus’ tubuhmu dengan handuk dan biarkan handuk menyerap air dari tubuhmu.

5. Gunakan Pelembap Sesudahnya

1622165733-diy-pelembap---freepik-valuavitaly.jpgSumber: Ilustrasi pelembap. (Freepik/valuavitaly)

Sesudah mandi, segera kembalikan kelembapan kulit dengan menggunakan pelembap atau body lotion. Gunakan body lotion yang bebas parfum dan mengandung bahan-bahan alami yang dapat melembapkan kulit seperti jojoba oil, dimethicone, glycerin, hyaluronic acid, lactic acid, lanolin, atau shea butter.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait