beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URguide

7 Permainan Anak yang Mendidik Ini Patut Dicoba, Dijamin Seru!

Suci Nabila Azzahra,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
7 Permainan Anak yang Mendidik Ini Patut Dicoba, Dijamin Seru!
Image: Ilustrasi - Permainan anak-anak. (Freepik)

Jakarta - Sudah menjadi fakta jika anak-anak lebih memilih menghabiskan waktunya untuk bermain daripada belajar. Sebenarnya jika kita melirik lebih dalam, kegiatan bermain ini menyimpan segudang manfaat bagi si kecil, mulai dari mengasah logika, daya ingat, hingga konsentrasinya. 

Namun sangat disayangkan, sekarang ini banyak anak-anak yang lebih senang bermain gadget sendirian daripada bermain bersama teman-teman ataupun keluarga.

Padahal sebenarnya kebersamaan sangatlah penting lho. Bermain bersama orangtua misalnya dapat meningkatkan relasi dan kehangatan mereka dengan anak-anak.

Contoh Permainan Anak yang Mendidik

Pada kesempatan kali ini, Urbanasia akan membantumu menemukan rekomendasi 7 permainan anak yang mendidik dan patut dicoba. Yuk mulai bermain bersama si Kecil!

1. Permainan 3 6 9

Mungkin bagi kamu dan si Kecil istilah permainan ini masih asing. Namun percayalah, permainan ini tidak seasing kelihatannya. Permainan 3 6 9 ini memerlukan 3-4 orang, namun akan lebih menyenangkan lagi jika dilakukan bersama lebih banyak orang.

Aturannya mudah, mulailah berhitung 1, 2, 3 dan seterusnya sampai 10 dan diulangi secara bergiliran. Kemudian, setiap orang yang mendapat giliran menyebut angka 3, 6, dan 9 tidak perlu mengatakannya, melainkan mereka harus bertepuk tangan. Semakin lama dan lancar, ritmenya pun akan bertambah cepat membuat permainan ini lebih menjadi lebih sulit.

Permainan 3 6 9 membutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi. Ini akan jadi permainan yang baik untuk melatih konsentrasi dan fokus si Kecil. 

2. Puzzle

Permainan puzzle juga dapat melatih kecerdasan otak anak. Dengan menyusun puzzle, hal ini dapat menstimulasi otak, melatih konsentrasi, dan berpikir serta merangsang saraf motorik halus buah hati kamu.

Permainan puzzle saat ini sudah banyak dijual di toko mainan atau toko buku. Biasanya, puzzle merupakan sebuah gambar yang diacak lalu harus disusun secara perlahan hingga selesai. Namun, tingkat kesulitan puzzle tergantung dari usia anak, semakin dewasa mereka biasanya tingkat kesulitan puzzle semakin rumit.

3. Freeze Dance

Freeze Dance atau dalam bahasa Indonesia berhenti menari adalah salah satu permainan anak yang cukup seru jika dilakukan bersama-sama. Sebenarnya, permainan ini mirip-mirip dengan lampu merah lampu hijau, tapi ada sedikit perbedaan.

Pada permainan freeze dance, tidak ada jumlah minimal pemain yang ikut serta. Nantinya, akan ada satu orang yang bertugas untuk menyalakan musik dengan volume yang besar.

Ketika lagu dimulai, semua orang bebas menari sesuai keinginannya dengan gaya apapun. Nah, ketika musik berhenti secara tiba-tiba semuanya harus diam dalam posisi masing-masing dan tak ada yang boleh bergerak sedikitpun.

Jika kedapatan ada peserta yang bergerak, maka ia dinyatakan gagal dan harus keluar dari permainan. Hal ini terus dilakukan sampai menyisakan satu orang, sehingga pemain terakhir itu yang dinyatakan sebagai pemenang.

4. Kursi Musik

Permainan yang satu ini juga tak kalah seru dan mendidik anak. Di sini, sang anak harus berlatih cekatan namun tetap menjunjung kejujuran dan rasa ikhlas.

Aturannya mudah, dalam permainan ini akan disediakan sejumlah kursi berbentuk lingkaran, lalu para pemain harus berjoget dengan iringan lagu yang diputar. Ketika musik berhenti, pemain ini harus segera duduk di kursi yang telah disediakan.

Menariknya, kursi yang tersedia jumlahnya tidak sama dengan orang yang ikut bermain. Misalnya, ada 8 pemain yang ikut game kursi musik, namun kursi yang tersedia hanya 7 buah. Jadi, ketika musik berhenti, kedelapan orang tersebut saling memperebutkan 7 kursi, maka bakal ada satu orang yang tidak kedapatan kursi dan dinyatakan gagal.

Permainan ini terus berlanjut sampai menyisakan dua orang dengan satu kursi. Kedua pemain ini harus saling berebut satu kursi agar bisa menjadi pemenangnya.

5. Telepon

Permainan yang satu ini tidak harus menggunakan smartphone dan saling berkomunikasi, namun di sini sang anak dilatih untuk bisa mendengar dengan cermat agar tidak sampai salah kata. Itulah tantangan yang harus dilakukan.

Permainan ini biasa dilakukan oleh 5-6 orang. Aturannya cukup mudah, seluruh pemain akan duduk dalam posisi melingkar, lalu orang pertama akan menyampaikan sebuah kalimat kepada orang kedua. Tapi, kalimat tersebut harus disampaikan secara berbisik, kemudian kalimat itu harus dibisikan ke orang ketiga dan seterusnya sampai orang terakhir.

Nantinya, orang terakhir akan mengucap kalimat tersebut dengan lantang. Uniknya, ketika sampai di orang terakhir kalimat yang diucap seringkali berbeda dari yang disampaikan oleh orang pertama. Maka dari itu, seluruh pemain harus berkonsentrasi penuh agar kalimat yang dilontarkan tetap sama.

6. Tebak Kata

Sesederhana namanya, dalam memainkan game ini, kamu dan si Kecil perlu menebak kata yang telah ditentukan sebelumnya. 

Ada beberapa cara memainkan game tebak kata. Salah satunya, kamu atau si Kecil dapat menentukan kata yang perlu ditebak (usahakan termasuk kata benda agar memudahkan pemain lain menebaknya, seperti mobil, payung, atau kacamata). Lalu mereka yang memilih kata dapat memberikan petunjuk atau hal-hal penting terkait kata yang dimaksud. Biarkan pemain lain mencoba menebak kata tersebut. 

Kamu juga dapat memberikan gambaran mengenai kata terkait menggunakan gerakan tangan atau tubuh seunik dan sejelas mungkin. Atau, bisa juga kalian memainkan permainan ini dengan gaya acara televisi ‘eat bulaga’. 

7. Pesan Berantai

Mungkin kamu dan si Kecil pernah mendengar atau memainkan permainan ini sebelumnya. Inti dari permainan ini ialah mengenai komunikasi dan pendengaran yang baik. 

Mula-mula tentukan siapa yang menjadi pendengar pertama dan berikan ia pesan atau kalimat. Lalu ia perlu menyampaikan pesan atau kalimat tersebut kepada orang lain sampai tiba pada orang terakhir (lebih baik jika ini dilakukan dalam posisi berbaris). Orang terakhir akan mengungkapkan isi pesan yang ia dapatkan. Jika tidak benar tandanya ada yang mengganggu proses komunikasi selama permainan. 

Meski menyenangkan dan menarik untuk dilakukan, sebaiknya permainan ini dilakukan bersama banyak orang agar meningkatkan keseruannya. 

Manfaat Permainan untuk Anak

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait