menu
user
URguide

7 Tips Memulai Bullet Journal untuk Pemula

Nivita Saldyni,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
7 Tips Memulai Bullet Journal untuk Pemula
Image: Ilustrasi journaling. Sumber: Pixabay/rayedigitaldesigns

Jakarta - Bagi Urbanreaders, BuJo alias bullet journal mungkin sesuatu yang baru. Namun bagi sebagian besar orang, hobi satu ini bukan sekedar mencatat hal-hal penting ataupun menulis buku harian loh.

Melansir situs Bullet Journal, kegiatan satu ini ternyata memang dirancang untuk membantu para Bullet Journalists menjadi lebih produktif loh. Sebab dalam BuJo kamu akan mengatur dan mendokumentasikan kegiatanmu sehari-hari, bahkan merencanakan tujuan di masa depan juga.

Sementara menurut CNET, BuJo ternyata juga bisa mengasah kreatifitas kita. Apalagi biasanya Bullet Journalists bebas mengekspresikan diri dan tak ada batasan yang benar atau salah dalam melakukannya. Nah, untuk Urbanreaders yang tertarik memulai hobi satu ini, Urbanasia ada beberapa tips yang telah dirangkum dari berbagai sumber nih. Yuk, ikuti tips berikut ini:

1. Ketahui tujuanmu membuat BuJo

Para Bullet Journalist biasanya sudah tahu nih untuk apa mereka gunakan BuJo tersebut. Ada yang untuk membantu belajar, mengatur pekerjaan, atau bisa juga menyusun target-target di masa mendatang. Intinya BuJo bakal membantu kamu menentukan prioritas sehingga kamu bisa lebih fokus dalam mengerjakan hal tersebut.

Nggak ada salahnya juga sih punya BuJo yang memuat semua hal. Tapi kamu juga bisa kok membuat satu BuJo untuk satu topik atau satu target aja. Semua tergantung kebutuhan kamu.

2. Beli notebook


Bullet journal sebenarnya bisa dilakukan di jenis buku apa saja. Namun umumnya, Bullet Journalist menggunakan notebook dengan pola kertas grid atau kotak-kotak, line atau garis, dan bisa juga dotted atau titik-titik. Kamu bisa membeli apa saja, asal sesuaikan dengan budget ya. Dan kalau bisa pilih yang hard cover ya agar tidak mudah rusak dan tahan lama.

Kalau notebook sudah didapat, pastikan juga beberapa halaman pertama buku kamu ini kosong ya. Halaman itu nanti nisa kamu gunakan untuk membuat indeks.


3. Lengkapi alat-alat pendukung lainnya

BuJo biasanya nggak 'sepi' guys. Selain banyak coretan dan gambar, Bullet Journalist juga sering kali menggunakan sticker-sticker lucu untuk mempercantik tampilan BuJo mereka. Nah untuk itu kamu juga butuh beberapa alat pendukung nih guys.

Beberapa di antaranya adalah pena, marker warna-warni, dan aksesoris lainnya. Untuk pena, kamu bisa menggunakan sesuai selera. Mulai dari gel pen, highlight pen, sampai brush pen semua bisa kamu gunakan. Kamu bisa memilihnya sesuai gaya yang kamu inginkan. Misalnya brush pen, kamu akan butuh alat ini jika kamu suka kaligrafi atau hand lettering.

Lalu untuk mewarnai, kamu bisa gunakan pensil warna, crayon, atau brush pen. Nah untuk aksesoris lainnya, biasanya para Bullet Journalist memggunakan washi tape, correction tape, penggaris, stiker, hingga stampel. 

4. Pahami kunci BuJo

Salah satu yang menarik dari BuJo adalah metode itu sendiri. BuJo akan membantu kamu kalau kamu sudah paham cara mainnya.

Misalnya kamu mendaftar berbagai pekerjaan di minggu ini. Kamu akan membuatnya dengan tanda titik di awal pekerjaan, dan mengubahnya menjadi tanda silang (X) jika pekerjaan sudah beres. Kemudian ada juga catatan yang ditunjukkan dengan tanda hubungan, peristiwa digambarkan dengan lingkaran terbuka, bintang untuk tugas utama, dan seru untuk ide atau inspirasi.

Tanda-tanda dalam BuJo inilah yang harus kamu pelajari lebih dulu guys. Kamu juga bisa kok menggunakan tanda-tanda itu sendiri sehingga hanya kamu yang akan paham apa maksud isi BuJo kamu itu.

1613995033-pinterest-BuJo.jpegSumber: Ilustrasi journaling. Sumber: Pinterest/DIY Corners Blog.

5. Mulailah membuat planning

Sistem planning dalam BuJo cukup unik. Ada beberapa rencana yang bisa kamu buat di dalamnya sebagai berikut:

- Future Log
Pada bagian ini kamu bisa membuat catatan atau rencana masa depan yang terdiri dari tujuan, acara, atau tugas apa pun yang akan kamu kerjakan di bulan berikutnya. Untuk itu format future log mirip seperti kalender tahunan.

- Monthly Log
Selanjutnya ada juga monthly log yang akan mencatat rencana kita bulan ini. Misalnya saat ini bulan Februari, maka hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah memindahkan apa yang kamu tulis di future log. Kamu bisa membuatnya mirip kalender bergaya daftar minimalis untuk mencatat tanggal-tanggal penting, serta halaman tugas untuk hal-hal yang perlu Anda lakukan atau ikuti dari bulan sebelumnya.

- Daily Log
Nah pada daily log, kamu bisa mengisi dengan to-do list setiap harinya. Kamu bisa membuatnya malam hari sebelum atau pagi hari sebelum memulai aktivitas. Kemudian sepanjang hari itu jangan lupa catat tugas-tugas yang sudah kamu selesaikan. 

6. Buatlah Index

Setelah selesai membuat halaman untuk log harian, bulanan, dan rencana ke depan, kamu bisa kembali ke beberapa halaman pertama yang sudah kamu kosongkan di awal. Lalu, buatlah index dari BuJo-mu.

Layaknya sebuah buku, index dalam BuJo merupakan daftar isi yang akan memudahkan kamu menemukan konten dalam BuJo. Misalnya halaman 1-10 adalah Future Log, maka pada bagian itu kamu bisa menambahkan nomor di setiap halaman untuk mempermudah pencarian. Pilihan lainnya, kamu bisa menggunakan penjepit kertas atau post it untuk menandai setiap bagiannya. 

7. Tambahkan koleksi di akhir
Hal ini bukan suatu yang wajib. Tapi kamu bisa membuatnya untuk merinci apa saja hal-hal yang sudah tercapai selama satu tahun. Misalnya daftar buku yang telah dibaca, tempat yang telah dikunjungi, atau resep yang telah dicoba. Bisa juga kamu menambahkan Expenses tracker, skincare bottle tracer, dan banyak lagi lainnya.

Gimana, sudah ada bayangan untuk mulai membuat BuJo? Selamat mencoba dan semoga berhasil ya!

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait