Jakarta - Setelah tenggat  12 jam waktu yang diberikan untuk menghapus sejumlah kicauan yang provokatif, Twitter akhirnya mengunci alias men-suspend akun Donald Trump.

Twitter mengatakan keputusan tersebut diambil mengantisipasi Trump kembali memposting hasutan lanjutan untuk tindak kekerasan.

“Setelah meninjau secara cermat Tweet baru-baru ini dari akun @realDonaldTrump dan konteks di sekitarnya, kami telah secara permanen menangguhkan akun itu karena risiko hasutan kekerasan lebih lanjut," kata akun @TwitterSafety.

Dengan dicekalnya kembali akunnya, artinya Trump telah diusir dan tidak bisa lagi menggunakan Twitter lagi. Atas tindakan tersebut Trump pun telah mengeluarkan tanggapan.

Dikatakannya hal tersebut sudah diprediksinya. Menurutnya Twitter seolah tebang pilih karena mereka mempromosikan platform radikal kiri di mana beberapa orang paling jahat di dunia diizinkan untuk berbicara dengan bebas.

Kendati dicekal di Twitter, Trump sepertinya tak ambil pusing. Dia mengaku tengah menyiapakn platform sendiri untuk mengumumkan hal yang besar.

 

“Kami bernegosiasi dengan beberapa situs lain dan akan mengumumkan sesuatu yang besar segera, kami juga melihat kemungkinan membangun sendiri platform kami dalam waktu dekat. Kami tidak akan dibungkam,” ujarnya.

 

Komentar
paper plane