Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Anak-anak Kembali ke Sekolah, Siapkah Para Orang Tua?

Eronika Dwi,
2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Anak-anak Kembali ke Sekolah, Siapkah Para Orang Tua?
Image: Ilustrasi sekolah tatap muka terbatas. (Kemendikbud)

Jakarta - Mulai September ini, sebagian besar sekolah di Indonesia sudah memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas.

Keputusan ini berlaku untuk daerah dengan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 dan 3, termasuk wilayah Jawa-Bali. Keputusan ini pun seiring melandainya pandemi COVID-19 di tanah air.

Keresahan Orang Tua dalam Menghadapi PTM

1624942179-keluarga.jpgSumber: Ilustrasi keluarga di rumah (Freepik/tirachardz)

Meski wajib berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat, kenyataannya PTM masih menimbulkan keresahan bagi para orang tua.

Di satu sisi, diakui pembelajaran jarak jauh membuat kualitas pendidikan anak menurun. Tapi di sisi lain, interaksi fisik saat PTM dikhawatirkan menjadi media penularan COVID-19 di lingkungan sekolah.

Situasi yang dilematis ini juga dirasakan artis Zee Zee Shahab. Ibu dari dua anak itu mengakui bahwa pembelajaran jarak jauh yang berlangsung hampir dua tahun ini bukan metode yang ideal.

"Anakku yang pertama umur 8 tahun, masuk SD kelas 1 pas pandemi. Dia sampai nggak tahu nama teman-teman kelasnya. Sekarang dia jadi suka gampangin masalah. Kalau gak bisa, aku tinggal googling atau panggil mommy aja," curhat Zee Zee dalam webinar 'Menghadapi Sekolah Tatap Muka, Sudah Siapkah Parents?', Selasa (28/9/2021).

Meski belajar di rumah banyak kelemahan, namun Zee Zee juga tak memungkiri bahwa ia belum siap melepas anaknya kembali ke sekolah.

"Jujur ya, aku belum siap dengan konsekuensinya. Untuk sekarang sekolah online lebih baik. Aku termasuk orang tua yang agak overthinking, sampai saat ini belum kasih izin. Kalau anak SMP atau SMA mungkin sudah mengerti protokol kesehatan, bagaimana sosialisasi di masa pandemi. Tapi kalau SD belum waktunya ya, karena kalau ketemu teman-teman euforianya beda. Bisa langsung lepas masker dan lupa jaga jarak," tambahnya.

Dalam webinar yang diadakan Makuku Family ini, turut dihadiri oleh Konsultan dokter spesialis anak dari Makuku Family, dr. Andreas. Menurut dr. Andreas, PTM yang sudah melalui dilaksakan ini merupakan kebijakan yang terburu-buru.

"Keputusan PTM diambil pemerintah setelah melihat kasus positif dan angka kematiannya sudah turun. Tapi perlu diingat bahwa cakupan vaksinasi anak usia 12-18 tahun di Indonesia belum sampai 80 persen. Masalahnya lagi, ketersediaan fasilitas tes PCR di daerah belum sama banyaknya dengan di Jabodetabek. Ini harus hati-hati juga," pesan Andreas.

Dikatakan Andreas, faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kesiapan sekolah. Menurutnya, kesiapan sekolah bukan cuma soal wastafel atau ruang kelas, namun kesiapan mental guru-guru menghadapi anak yang ricuh dan tidak mengikuti protokol kesehatan.

Juga tidak kalah penting, Andreas menambahkan, pastikan semua sarana dan prasarana sekolah siap untuk kondisi darurat. Misalnya ketika tiba-tiba ada anak yang demam saat di sekolah.

"Di pihak orang tua, juga harus memastikan anak selalu mematuhi protokol kesehatan. Bagaimana pakai maskernya, harus benar-benar diajari jangan cuma menyuruh," tambahnya.

Solusi Bagi Orang Tua

1596102703-belajaronlinepixabay.jpgSumber: Ilustrasi orang tua dan anak belajar online. (Pixabay/finelightarts)

Berkaca dari situasi tersebut, Andreas memberikan tips, yakni saat PTM sudah efektif berjalan, orang tua harus tahu gejala infeksi virus corona pada anak.

"Kasus COVID-19 pada anak seringkali tidak langsung ketahuan seperti orang dewasa. Gejalanya ringan seperti tiba-tiba lemas, bahkan demamnya pun tidak terlalu tinggi. Ini yang perlu diperhatikan saat tatap muka nanti," pungkasnya.

Pendapat lain juga datang dari Brand Representative Makuku Family, Chairunissa. Ia mengingatkan bahwa terlepas apakah orang tua mengizinkan anaknya mengikuti PTM atau tidak, namun gaya hidup sehat harus menjadi prioritas, terlebih di saat pandemi.

"Salah satunya membawa peralatan makan minum sendiri. Tidak berbagi alat dengan orang lain," pesan wanita yang akrab disapa Icha ini. 

Terkait dengan itu, Makuku Family memiliki beragam produk dari berbagai brand yang dipilih dengan proses seleksi ketat, salah satunya Rovco dan Alfresh sebagai salah satu produk unggulan Makuku Family.

Produk Alfresh dan Rovco, seperti tempat makan dan botol minum, memiliki kualitas premium dan berbahan food grade sehingga sangat aman digunakan untuk membawa bekal makan si kecil saat di sekolah.

Makuku family juga memiliki beragam produk unggulan lain untuk ibu dan anak seperti diapers, susu formula, hingga vitamin untuk ibu dan anak.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait